Segini Sampah yang Dihasilkan Bali

Sampah TPA Suung
Sampah TPA Suwung
Bagikan

“Berdasarkan penelitian Bali Partership tahun 2019, rata-rata sampah yang dihasilkan sehari di Bali mencapai 4.281 ton atau 1,5 juta ton tiap tahun. Sebanyak 50 persen sampah di Bali berasal dari tiga daerah di Bali yaitu Denpasar, Badung, dan Gianyar. Dari sampah yang dibuang ke tempat sampah, 70 persen di antaranya berakhir di TPA Suwung”.

DENPASAR- Diari Bali

Sistem pengelolaan sampah di provinsi Bali saat ini masih menggunakan sistem kumpul, angkut, buang ini hanya menyelesaikan permasalahan sampah pada bagian hilir yaitu dengan mengandalkan sarana dan prasarana Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mimpi pembangunan fasilitas PSEL.

Provinsi Bali termasuk lokasi yang masuk ke dalam Instruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 12 Kota Indonesia melalui Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2018.

“Sejak tahun 2003 Bali sudah mencoba teknologi termal untuk mengolah sampah di TPA Suwung tetapi gagal,”ujar Yuyun Ismawati senior Advisor Nexus 3. Dalam rangkaian kegiatan media briefing terkait problematika pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Provinsi Bali

Masyarakat tidak bisa menunggu 20 tahun lagi untuk manajemen sampah di TPA dengan ‘teknologi canggih’. Dengan biaya yang sama, sebetulnya dapat dicapai dengan pemilahan sampah dan pengomposan di sumber atau di kawasan, peningkatan persentase pengangkutan sampah sampai 80%, dan pengoperasian TPA dengan teknologi Sanitary Landfill.

Pemilahan sampah melalui bank sampah
Pemilahan sampah melalui bank sampah

Kata Yuyun, suatu hal yang selalu diabaikan para pengusung atau pendukung WTE/ PSEL adalah limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan pembakaran sampah dengan teknologi termal jika tidak ada, harus diangkut ke kota lain atau Pulau Jawa dengan biaya dan transportasi khususnya limbah B3.

“Saat ini racun dioxsin sudah masuk ke dalam rantai makanan yang paling rendah yaitu telur ayam dan konsentrasi tinggi yang membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Sementara IB Mandhara Brassica mengatakan Jika dilihat dari berbagai aspek teknologi, kesehatan, sosial lingkungan dan ekonomi pembangunan dan operasional jelas tidak layak dan tidak berkelanjutan khususnya dalam aspek finansial.

Bangunan PSEL berpotensi merugikan negara dan pemerintah daerah karena biaya yang digunakan untuk pembangunan dan operasional PSEL sangat tinggi dibandingkan penanganan secara sanitary landfill.

PSEL akan menjadi jalan mundur dalam pengelolaan sampah di Bali usaha pemerintah yang diapresiasi secara nasional dan internasional akan sia-sia.

“Masyarakat akan berhenti memilah, desa adat dan desa dinas akan gagal mengelola sampah di sumber karena sampah akan dibawa ke PSLE tentu ini akan mencoreng nama baik gubernur dan pemerintah provinsi Bali dan melunturkan kepercayaan masyarakat'” kata jelas pendiri Griya hulu.

Catur Yudha Hariani Direktur PPLH Bali menyampaikan secara legal, PSEL tidak dapat dibangun di Bali karena Gubernur sudah mengeluarkan Pergub No. 47 tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis di sumber. Jika PSEL tetap dibangun, hal ini akan mencederai dan bertentangan dengan kebijakan Gubernur Bali,”
Sampah adalah tanggung jawab setiap individu. Tindakan paling mendesak untuk dilakukan adalah pengurangan produk baru agar tidak ada sampah baru. Hal ini sudah tertuang dalam Pergub No. 97 tahun 2018 tentang pengurangan timbulan plastik sekali pakai.

“Jika ada sampah, segera pilah dan daur ulang. Dengan begitu kita tidak perlu menggunakan incenerator karena akan merugi baik secara ekonomi, kesehatan dan lingkungan serta jadi monumen. Biaya membangun PSEL sangat mahal. Lebih baik digunakan untuk biaya edukasi masyarakat dan memfasilitasi 70% desa yang masih belum memiliki TPST,” kata Catur.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan sebagai pesan untuk meningkatkan informasi kepada masyarakat serta dalam advokasi peninjauan ulang pembangunan PSEL maupun teknologi termal sebagai pemusnah sampah di Provinsi Bali. Nol Sampah (Zero Waste) sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Provinsi Bali. (Get)