Kalah! Kembang Minta Maaf, “Nasib Tiang Sing Dadi Bupati’

I Made Kembang Hartawan

“Mantan Wakil Bupati Jembrana dua periode I Made Kembang Hartawan meminta maaf atas kekalahan dalam Pilkada serentak 2020 lalu, dihadapan Ketua DPD PDIP Bali, Waka Sekjen DPP dalam Rankecab dan Rankerda. Dirinya akan membalsa kekalahan tersebut dalam Pilkada serentak 2024 nanti”

DENPASAR- DiariBali
Pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 lalu, dari enam daerah, PDIP hanya mampu memenangkan lima daerah, hanya Kabupaten Jembrana yang tumbang dikalahkan dari pasangan Tamba-Ipat.

Sebagai pasangan calon Bupati- Wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan – Sugiasa yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) harus menelan pil pahit atas perjuangan yang belum menunai hasil yang maksimal.

Padahal, Kembang Hartawan sebelumnya adalah seorang Wakil Bupati dua periode mendampingi Bupati I Putu Artha.

“Saya tidak menyalahkan siapa pun terhadap kekalahan saya pada pilkada lalu, apalagi menyalahkan partai. Saya juga tidak menyakahkan relawan. Kami menyalahnyan diri sendiri, belum nasib tiang dadi bupati (belum nasib saya menjadi bupati),” cetusnya dalam laporan Rankercab yang digelar di Inna Grand Bali Beach, Minggu (20/6).

Kembang Hartawan mengungkapkan, berdasarkan hasil survei berbagai lembaga, bahwasannya untuk Pilkada Jembrana masih aman survei menjnjukkan diatas lawannya.

Beranjak dari itu, seluruh kekuatan PDIP dialihkan ke timur yaitu Bangli dan Karangasem dengan prediksi hasil survei sangat berat, pasalnya di Karangasem melawan incumbent Mas Sumatri.

Kembang memaparkan, dari hasil evaluasi pilkada lalu, kekalahan dirinya dalam pilkada lalu disebabkan faktor media sosial. Tim saat itu hanya fokus bekerja di darat, sedangkan di udara terabaikan.

“Kita asik bekerja di darat dan media sosial lemah.Tim diudara lemah, sshingga isu yang dimainkan termakan oleh akun palsu, yang digiring opini, opini lain yang menyebabkan kekalahan,” paparnya.

Atas kekalahan tersebut, Kembang tidak mau berdiam diri dan semangatnya masih terjaga atau tidak memudar. Berkat ada pelatihan media digital oleh DPD belum lama ini, ia sadari begitu pentingnya mengelola media sosial.
“Ayo bermedia sosial, dan jangan medianya saja di kerjakan, harus seimbang di darat juga harus digarap,” harapnya.

Menjawab kegelisahan teman-teman yang terus memberikan motivasi kepada dirinya, dirinya berterima kasih atas masukan-masukan serta dorongan untuk tetap bekerja. Kembang melantunkan sebuah pantun “Lembayung senja di delod berawah, Nikmati dengan makanan ketupat, Walaupun pilkada kalah, tetapi kami tetap semangat”.

“Meminta maaf atas kejadian kekalahan saat ini, 2024 mari balas, dan bantu gotong royong bersama.
Siapa pun calonnya yang memiliki polularitas dan elektabilitas tinggi yang penting bisa dimenangkan. Tidak harus dek kembang, mari kembali merebut di 2024,” pungkasnya mengakhiri. (Tim)