Sarjana Hukum Pasti Terserap Dunia Kerja

Dekan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (UNR), Dr. I WP Sucana Aryana, SE.,SH.,MH., didampingi Wakil Dekan Cokorda Gede Swetasoma, SH., MH., dan Kaprodi Ilmu Hukum I Made Artana, SH., MH., melepas lulusan dengan protokol kesehatan ketat, Senin (4/10/2021).
Bagikan

DENPASAR-DiariBali
Seorang sarjana di luar sekolah ikatan dinas, biasanya mengalami kegalauan setelah menamatkan pendidikan. Apalagi di tengah pandemi dewasa ini, lowongan pekerjaan sangat minim. Namun, bagi sarjana kreatif, tidak akan mengalami kegalaluan tersebut.

Dalam dunia hukum, ada ungkapan klasik “Ubi Societas Ibi Ius” yang artinya, di mana ada masyarakat di situ ada hukum. Ungkapan ini membuktikan para sarjana hukum seharusnya tidak perlu khawatir sebab ia dibutuhkan selama bumi ini dihuni kelompok manusia.
Ungkapan menarik itu disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (UNR), Dr. I WP Sucana Aryana, SE.,SH.,MH., kala memberi sambutan Yudisium Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum yang diikuti 136 calon wisudawan, di Aula kampus UNR, Senin (4/10/2021).

Berangkat dari ungkapan klasik tersebut, pantas saja para alumnusnya langsung terserap di dunia kerja. Sekali pun ada yang belum, presentasinya sangat kecil dengan masa tunggu yang relatif singkat. Misalnya, yang dilepas hari ini, 80 persen sudah bekerja/wirausaha. Dan, sisanya 20 persen masih mencari lowongan. Presentase ini sudah cukup membuktikan bahwa Fakultas Hukum UNR bukan pencetak “pengangguran”.

Sucana menambahkan, capaian hasil pembelajaran tahun ini juga sangat membanggakan. Lulusan terbaik berhasil menorehkan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna yakni 4,0. Sedangkan rata-rata IPK mencapai 3,75. Berbekal IPK dan ‘soft skill’ di bangku perkuliahan, maka tidak sulit bagi sarjana hukum produksi UNR mendapatkan pekerjaan atau membangun usaha mandiri.

“Yang perlu digarisbawahi adalah prestasi ini menandakan pembelajaran berlangsung sangat baik di tengah guncangan pandemi covid-19 meski pun berbasis dalam jaringan,” kata Sucana didampingi Wakil Dekan Cokorda Gede Swetasoma, SH., MH., dan Kaprodi Ilmu Hukum I Made Artana, SH., MH.

Capaian lainnya yang berhasil ditorehkan lulusan tahun ini yakni terkait masa studi. Sebanyak 90 persen menyelesaikan pendidikan selama empat tahun. Pihaknya berpesan kepada lulusan agar ilmu yang didapatkan selama ini bukan sebagai prestise dan kebanggan semata. Namun, lebih kepada implementasi di tengah masyarakat yang dapat berguna bagi masyarakat luas maupun diri sendiri

“Saya mengucapkan selamat kepada calon wisudawan. Saya berpesan kepada calon wisudawan agar gelar tidak dijadikan suatu kebanggaan, namun implementasi di masyarakat. Jadi ilmu yang didapatkan selama ini agar dapat diimplementasikan dan berguna bagi diri sendiri maupun masyarakat,” pesanna.

Rektor UNR, Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MBA., MM., MHum., berpendapat, fakultas hukum adalah salah satu kebanggaan UNR. Fakultas ini menjadi incaran calon mahasiswa setiap tahun baru akademik. “Fakultas Hukum menjadi salahs atu fakultas favorit di UNR. Apalagi Prodi Ilmu Hukumnya sudah terakreditasi A,” kata Rektor Tirka.

Ia berharap, sarjana hukum produk UNR mampu mengisi pembangunan bangsa dan negara dengan cara menegakkan keadilan sesuai tema yudisium yang diusung yakni “Lulusan Milenial, Penggerak Hukum Profesional,” (KIM/TUM/BAQ)