Samsung Dorong Adopsi AI Lewat Galaxy A37 5G, Sasar Pengguna Lebih Luas

Samsung Galaxy A37 5G.

Samsung Galaxy A37 5G.

Jakarta,diaribali.com — Samsung Electronics memperluas penetrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) di segmen menengah melalui peluncuran Galaxy A37 5G. Produk ini diposisikan untuk mendorong penggunaan AI yang lebih praktis dalam aktivitas harian.
Langkah ini menegaskan strategi Samsung dalam “mendemokratisasi” AI, dengan menghadirkan fitur-fitur canggih ke perangkat yang lebih terjangkau. Perusahaan menilai adopsi AI tidak lagi terbatas pada segmen premium, melainkan menjadi kebutuhan massal.
Chief Executive Officer Samsung, TM Roh, Jumat (27/3),  mengatakan lini Galaxy A terbaru dirancang untuk memperluas jangkauan inovasi AI. Selain Galaxy A37 5G, Samsung juga memperkenalkan Galaxy A57 5G sebagai bagian dari strategi tersebut.
Dari sisi produk, Galaxy A37 5G mengandalkan peningkatan pada sektor kamera sebagai salah satu nilai jual utama. Perangkat ini dibekali sistem tiga kamera dengan sensor utama 50MP, didukung pemrosesan gambar yang ditingkatkan untuk menghasilkan foto lebih tajam dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Kemampuan fotografi malam atau nightography juga diperkuat. Kamera diklaim mampu menghasilkan gambar yang tetap jernih dan natural dalam kondisi minim cahaya, didukung fitur pengenalan subjek dan optimasi adegan berbasis AI.
Untuk kebutuhan konten yang lebih variatif, Samsung menyematkan lensa ultra-wide dan kamera makro 5MP. Kombinasi ini menyasar pengguna yang aktif di media sosial dan membutuhkan fleksibilitas dalam pengambilan gambar.
Di sisi perangkat lunak, pembaruan One UI 8.5 membawa fitur “Awesome Intelligence” yang menjadi pusat integrasi AI. Fitur ini antara lain mencakup Object Eraser untuk menghapus objek pada foto, serta rekomendasi pengeditan otomatis.
Samsung juga memperluas fungsi pencarian visual melalui fitur Circle to Search with Google, yang kini mampu mengenali beberapa objek sekaligus dalam satu gambar. Hal ini membuka peluang baru dalam eksplorasi produk dan informasi secara instan.
Selain itu, integrasi asisten digital diperkuat melalui peningkatan Bixby dan kehadiran Gemini. Kedua layanan ini dirancang untuk mendukung interaksi berbasis perintah suara dan menjalankan tugas lintas aplikasi secara lebih efisien.
Dari sisi daya tahan, Samsung menjanjikan dukungan pembaruan hingga enam generasi sistem operasi Android serta pembaruan keamanan selama enam tahun. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga relevansi perangkat di tengah siklus teknologi yang cepat.
Perusahaan juga memperkuat aspek keamanan melalui platform Knox Vault berbasis hardware, serta sejumlah fitur perlindungan privasi. Upaya ini menjadi bagian dari pendekatan Samsung dalam membangun kepercayaan pengguna di era perangkat berbasis AI. (db)