PSEL Bali Jadi Andalan Bersihkan Pulau Dewata
Peresmian Pembangunan PSEL di Bali, Rabu (8/7).
Denpasar,diaribali.com– Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali menjadi langkah strategis untuk menuntaskan persoalan sampah sekaligus menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Proyek tersebut resmi dimulai di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Rabu (8/7).
Koster mengatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari program percepatan nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Ia berharap proyek ini rampung sesuai target pada Oktober 2027 sehingga persoalan sampah di Bali dapat ditangani lebih efektif.
“PSEL ini menjadi solusi jangka panjang. Kalau selesai tepat waktu, persoalan sampah di Bali bisa ditangani secara tuntas,” ujarnya.
Menurut Koster, Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar berbagi peran dalam proyek tersebut. Pemkot menyiapkan lahan sekitar enam hektare bersama Pelindo, sedangkan Pemprov melakukan pematangan lahan untuk mempercepat pembangunan.
Ia menegaskan pengelolaan sampah menjadi kebutuhan mendesak karena pariwisata menyumbang sekitar 65 persen perekonomian Bali. Dengan kunjungan lebih dari 16 juta wisatawan setiap tahun, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting menjaga daya saing Pulau Dewata.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut percepatan pembangunan PSEL merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, proyek ini ditargetkan selesai tepat waktu sesuai arahan Presiden.
PSEL Bali dibangun dengan investasi sekitar Rp3 triliun dan menggunakan teknologi moving grate incinerator berstandar emisi Eropa. Fasilitas ini memiliki kapasitas mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan listrik bagi sekitar 100.000 rumah, serta ditargetkan beroperasi pada Semester I 2028.
Selain mengolah sampah menjadi energi, PSEL juga dirancang mengusung filosofi Tri Hita Karana dengan arsitektur khas Bali serta dilengkapi pusat edukasi. Pemerintah berharap proyek ini memperkuat pengelolaan lingkungan, membuka lapangan kerja hijau, dan menopang keberlanjutan sektor pariwisata Bali. (Art)