Perlombaan Klasik Meriahkan HUT ke-42 Yayasan Jagadhita Denpasar

(kiri-kanan) I Made Artana, SH., MH., Dr. IWP Sucana Aryana, SE., SH., MH, Cokorda Gede Swetasoma, SH., MH.

DENPASAR-DiariBali

Yayasan Jagatdhita Denpasar, selaku Badan Hukum Universitas Ngurah Rai (UNR) merayakan hari jadi ke-42 tahun. Setiap fakultas dan unit di bawah rektorat dipersilakan menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan ulang tahun yayasan, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Fakultas Hukum, lebih menonjolkan tema kebersamaan dengan menggelar aneka lomba klasik seperti makan kerupuk, menangkap belut, lari kelereng dan sebagainya, pada Jumat (30/4/2021) di halaman kampus UNR Jalan Padma, Penatih, Denpasar.

Permainan juga bentuk pelestarian permainan-permainan tradisional di tengah modernisasi zaman. Meskipun berlangsung dengan suasana santai, namun para peserta yang terdiri dari dosen, pegawai dan perwakilan BEM sangat kompetitif karena setiap pemenang diberikan hadiah menarik. Demikian dikatakan Dekan FH UNR Dr. IWP Sucana Aryana, SE., SH., MH, didampingi Wakil Dekan Cokorda Gede Swetasoma, SH., MH., dan Ketua Panitia Kegiatan I Made Artana, SH., MH.

Kebersamaan, menurut Sucana adalah modal yang paling penting dalam sebuah institusi demi mencapai tujuan. Sehingga fakultas yang dipimpinnya dalam kesempatan ini mengusung tema “Melalui Hari Jadi Yayasan Jagatditha Denpasar ke-42, Kita Tingkatkan Rasa Kebersamaan Sebagai Keluarga Besar untuk Univiersutas Ngurah Rai ke depan”.

“Kami berharap Universitas Ngurah Rai di bawah payung Yayasan Jagadhita semakin jaya di usianya yang mendekati setengah abad dengan spirit Tri Hita Karana yang menjadi landasannya,” kata Sucana.

Ketua Yayasan Jagadhita Denpasar Dr. Drs. AA Gde Raka, M.Si., mengapresiasi segala kegiatan positif yang dilakukan masing-masing fakultas atau unit lain apalagi yang kegiatannya dilandasi semangat loyalitas dan totalitas untuk kemajuan lembaga.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, SS., MBA., MM., M.Hum., juga mengatakan hal senada. Tirka menilai, sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua di Bali dan mengusung nama besar pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai, kontribusi UNR sudah tidak diragukan lagi bagi pembangunan bangsa.

Sejumlah tokoh penting telah lahir dari ‘rahim’ UNR, mulai dari wirausaha, birokrat, anggota dewan hingga menteri. “Sekarang yang terpenting bagaimana kita melanjutkan dan meningkatkan lagi kontribusi UNR bagi pembangunan bangsa dan negara melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” pungkas Tirka. (LIN)