Pemuda 23 Tahun Pionir Startup Agribisnis di Bali, Omzet Ratusan Juta

Ananda Priantara
Bagikan

Sebagian besar orang mendambakan bekerja di Istana Kepresidenan dengan berbagai macam posisi yang ditawarkan. Bahkan mereka cendrung mempertahankan posisi tersebut demi privillage. Namun berbeda halnya dengan Ananda Priantara.

Pemuda 23 tahun ini memilih resign dari istana kepresidenan sebagai tenaga staf khusus kepresidenan kemudian memilih pulang ke Bali membantu petani dengan mendirikan Panenpa Indonesia.

Panenpa Indonesia adalah perusahaan start up digital yang bergerak dibidang agribisnis yang dirintis tahun 2020 oleh pemuda bernama lengkap I Komang Triska Ananda Dilivianugraha Priantara. Ditemui di Gianyar belum lama ini. Ananda mengungkapkan tujuan mendirikan Panenpa untuk mengangkat harkat dan martabat para pejuang pangan dengan membeli produknya secara layak.

Produk petani lokal tersebut kemudian dijual kembali kepada masyarakat melalui website Panenpa Indonesia “bagi yang ingin membeli di Panenpa bisa mengunjungi website www.panenpaindonesia.com, pilih produk dan klik. Kurir kami akan datang maksimal 6 jam dan gratis ongkir” jelasnya.

Selama setahun berdiri, lanjut Ananda, Panenpa sudah menjalin kerjasama dengan 300 lebih petani diseluruh penjuru Bali. Selain itu ia berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi 30 karyawan dan membuka lowongan kerja baru diberbagai posisi.

Terkait omset Ananda mengaku berhasil menembus 150 juta per bulan. “Omset ini jelas masih kecil. Kami akan terus melakukan ekspansi produk dan usaha hingga keluar Bali kedepannya. Sehingga kami bisa mensejahterakan seluruh petani di Indonesia yang berawal dari Bali” imbunya.

Lebih lanjut Ananda mengaku tidak mencari keuntungan yang terlalu besar karena dia tidak mengingkan keberadaan Panenpa berbenturan dengan eksistensi pasar tradisional apalagi ia dikenal dengan jiwa sosial yang tinggi sejak duduk dibangku SMP.

Jiwa sosialnya berlanjut ketika selepas SMA ia menginisiasi pembangunan jembatan di NTT. Ananda dan kawan-kawan ketika itu berhasil mengumpulkan uang setengah miliar lebih untuk membantu warga setempat.

Idealismenya terhadap dunia sosial kembali dibuktikan setelah ia menamatkan pendidikan sarjana di Presiden University. Ananda rela menolak beasiswa magister di Canada University Amerika Serikat demi mensejahterakan petani