Ormawa Warmadewa Dikukuhkan
Denpasar, diaribali.com —
Universitas Warmadewa (Unwar) melantik pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (Unitas) periode 2026–2027, Jumat (6/2), di Auditorium Widya Sabha Utama. Pelantikan bersama ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan penanda keberlanjutan regenerasi kepemimpinan mahasiswa di tengah tuntutan peningkatan mutu dan reputasi kampus.
Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., memimpin langsung pengukuhan Ketua dan Pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta seluruh Unitas. Di hadapan pimpinan universitas, pengurus yayasan, dosen pembina, dan mahasiswa, Rektor menegaskan peran strategis Ormawa sebagai laboratorium kepemimpinan sekaligus ruang pembentukan karakter.
Menurut Pandit, Ormawa dan Unitas tidak cukup hanya aktif secara administratif. Ia menuntut kesinambungan program berbasis capaian periode sebelumnya agar organisasi tidak terjebak pada agenda seremonial tahunan. “Capaian dan kegiatan sebelumnya harus menjadi baseline. Dari sana program dirancang agar organisasi tumbuh, bukan sekadar berganti pengurus,” ujarnya.
Ia juga mengaitkan peran Ormawa dengan posisi Universitas Warmadewa dalam pemeringkatan perguruan tinggi. Versi UniRank menempatkan Unwar di peringkat ketiga terbaik di Bali, di bawah Universitas Udayana dan Universitas Pendidikan Ganesha. Capaian itu, kata Pandit, perlu dijaga dengan kontribusi nyata mahasiswa melalui aktivitas yang relevan dengan bidang masing-masing.
“Reputasi kampus tidak hanya dibangun di ruang akademik, tetapi juga lewat dinamika kemahasiswaan. BEM dan Unitas harus berkontribusi langsung pada kinerja dan daya saing universitas,” katanya. Penegasan ini sejalan dengan visi Unwar Go Global 2034, yang menuntut konsistensi kualitas dan penguatan jejaring, termasuk dari mahasiswa.
Pandit memastikan dukungan institusional tetap diberikan melalui pendampingan dosen pembimbing dan pembina. Namun ia menekankan, pendampingan bukan berarti menghilangkan kemandirian. “Mahasiswa harus berani mengambil inisiatif, berpikir kritis, dan menghasilkan karya yang berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Ir. I Ketut Sugihantara, MSA, menilai pelantikan bersama ini mencerminkan dinamika dan regenerasi yang sehat. Ia berharap pengurus baru tidak berhenti pada aktivisme internal kampus, tetapi mampu mengambil peran lebih luas bagi Bali dan Indonesia.
“Organisasi kemahasiswaan harus melahirkan pemimpin yang peka pada kepentingan publik. Kerja sama dan dukungan semua pihak menjadi kunci agar amanah ini dijalankan dengan baik,” kata Sugihantara.
Dengan pelantikan ini, Universitas Warmadewa menaruh ekspektasi besar pada Ormawa dan Unitas—bukan hanya sebagai penggerak kegiatan mahasiswa, tetapi sebagai mitra strategis kampus dalam menjaga mutu, reputasi, dan arah globalisasi pendidikan tinggi. (Art)