Monarch Bali Dalung Bentuk Mental 826 Calon Brigthness

Pembukaan Bright Hospitality Awareness, Senin (8/7/2024) di Aston Hotel Denpasar.
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com – Sebanyak 826 calon Brigthes LPK Monarch Bali Dalung mengikuti Bright Hospitality Awareness yang bertujuan untuk mengatahui self indetity atau identitas diri.

Kegiatan mengusung tema Value of exellence “Mencari Nilai Keunggulan yang Berbasiskan Value Monarch Bali” dibuka pada Senin (8/7/2024) di Aston Hotel Denpasar dan akan berlangsung selama lima hari ke depan.

Direktur Monarch Bali Dalung, I Putu Rucita menyampaikan, kegiatan ini untuk menempa mental calon Brigthness karena mereka datang dari latar belakang pendidikan yang berbeda sehingga perlu dipersiapkan dalam proses membentuk pribadi yang mempunyai nilai nilai budaya, tangguh, berdisiplin, penuh dedikasi dan profesional.

Para Brigthness diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat untuk perubahan pola sikap karakter yang di inginkan oleh dunia industri pariwisata, kesadaran yang muncul secara intrapersonal atau dalam diri para new B.

“Kegiatan Brigthness dirancang tidak hanya dalam pemenuhan sikap, pengetahuan dan keterampilan saja, akan tetapi Program Brigthness nantinya mampu mengiplementasikan kekuatan fisik dan mental sebagai indestitas Monarch Bali Dalung,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum program pelatihan dan pendidikan, sertifikat Brigthness sebagai salah satu syarat administrasi dalam proses pembelajaran dan kelulusan menempuh pelatihan di Monarch Bali Dalung.

“Artinya untuk menyatukan visi, kemudian menyatukan misi kita di lembaga supaya ini anak-anak kita, Brigthness kita itu siap nantinya secara mental, secara model sesuai dengan budaya-budaya dari Monarch Bali Dalung,” pungkasnya.

Kabid Pelatihan dan Sertifikasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, I Made Agus Pudiana bahwasanya pekerja yang siap ini menjadi kebutuhan dunia industri ke depan, dan Monarch Bali Dalung mencetak tenaga kerja yang sangat luar biasa yang memiliki kompetensi serta kapabilitas yang tinggi.

“Para industri nanti bakal mencari yang siap pakai istilahnya sudah terlatih, tidak lagi mengulang pendidikan dari awal,” jelasnya.

Kabupaten Badung, lanjutnya, memiliki dunia pariwisata yang menjadi sumber pendapatan daerah, sehingga kebutuhan penunjang pariwisata yang dalam bentuk sumber daya manusia nya menjadi prioritas yang harus diperhatikan.

“Presentasi tenaga kerja yang dibutuhkan di kabupaten badung ini sekitar 80%, sekitar 50 LPK yang ada di sini hampir 90% tentang pariwisata, sisanya di otomotif, serta Spa,” pungkasnya. Zor