Miliki Prospek yang Baik, Aplikasi Nanocoating-Porang jadi  Solusi Penanganan Jeruk Siam Pascapanen

Miliki Prospek yang Baik, Aplikasi Nanocoating-Porang jadi Solusi Penanganan Jeruk Siam Pascapanen
Tim Pengbadian Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan pemberdayaan kemitraan masyarakat pada Kelompok KWT Mekar-Sari di Desa pengejaran, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (20/7), lalu.
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com-Tim Pengbadian Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan pemberdayaan kemitraan masyarakat pada Kelompok KWT Mekar-Sari di Desa pengejaran, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (20/7), lalu.

Program yang didanai dari Kemendikbudristek ini, merupakan upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, kemampuan, kesadaran memanfaatkan sumberdaya.

Hal ini dapat dilakukan melalui penetapan kebijakan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah prioritas kebutuhan masyarakat. Adapun tim dalam Program ini adalah Dr. Ir. Luh Suriati, M. Si., I Ketut Selamet, SE., M.Si., dan Ir. Ni Ketut Mardewi, M.P.

Ketua KWT Mekar-Sari, Ketut Murtini menyampaikan kelompoknya terbentuk sejak 5 Mei 2018 dengan anggota 20 orang. Ia berharap anggotanya, memiliki keterampilan dan wawasan dalam mengelola sumber daya alam dan mempertahankan kearifan lokal serta memiliki jiwa kewirausahaan, sehingga mampu membuka peluang usaha dan pemasaran yang lebih luas.

Penanganan pascapanen buah jeruk siam dengan aplikasi Nanocoating-Porang memiliki prospek dan peluang pengembangan yang semakin baik. Penggunaan Nanocoating-porang untuk pengawet pada buah jeruk siam dapat menjadikan kolompok KWT untuk mandiri serta menambah keterampilan bagi seluruh anggota KWT.

Perbekel Pengejaran, I Wayan Arta menyampaikan sumber pencaharian utama masyarakatnya adalah petani. Sehingga ia mendukung KWT Mekar-Sari, sebagai salah satu Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayahnya.

“KWT ini adalah ibu-ibu arisan, latihan menari, membuat bahan upakara dan sebagainya. Karena lokasinya yang jauh, membuat kelompok ini sangat membutuhkan dukungan untuk pemberdayaan kaum perempuannya, menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan memerlukan pendampingan,” jelasnya.

Dia mengakui, selama ini permasalahan produksi buah jeruk siam di Desa Pengejaran adalah penanganan pascapanen yang kurang baik, mengakibatkan saat panen raya kualitasnya tidak seragam, cepat menurun dan masa simpannya pendek.

Ketua Tim, Dr. Ir Luh Suriati, M. Si., menyampaikan, pelatihan aplikasi Nanocoating-Porang pada buah jeruk siam mampu memproduksi dan melakukan penanganan pascapanen dan proses pengemasan yang baik, sehingga kualitas bisa dipertahankan, masa simpan lebih panjang serta pemasaran yang lebih luas.

“Mitra juga diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan dan manajemen kerja, sehingga mampu mengatur waktu dan menjalankan usaha dengan sebaik mungkin, dengan demikian akan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” kata Suriati.

Kerja sama antara Unwar dengan KWT Mekar-Sari rencananya dilaksanakan dari hulu proses penanganan pascapanen jeruk siam sampai ke hilir yaitu produk jeruk siam yang berkualitas dan memiliki masa simpan panjang.

Selanjutnya permasalahan juga ditemui dibagian hilir yaitu pada proses pengkemasan jeruk siam serta proses penanganan buah diluar grade (by-product) yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Dengan desain penanganan seperti itu, maka keterlibatan dosen, mahasiswa, dan anggota KWT akan lebih banyak dan pemecahan masalah lebih holistik serta manfaat yang diperoleh lebih nyata dan maksimal,” katanya sembari menyebut pengabdian ini erat kaitannya dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka bagi mahasiswa. rl