Lolos PHP2D se-Indonesia, Tim Visitor Cek Kelompok Sasaran Program

Kunjungan Viewer PHP2D ke Desa Binaan Mahasiswa dan Dosen Unwar di Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan.
Bagikan

“Universitas Warmadewa masuk nominator 40 besar dari 563 peserta PHP2D program dari Kemendikbudristek menuju desa Mandiri dan Berdaya”

TABANAN-DiariBali
Setelah proposal Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Unwar masuk 40 besar, giliran tim viewer melakukan visitor (kunjungan) ke kelompok yang menjadi sasaran mahasiswa dan tim pembina Universitas Warmadewa (Unwar) yang berada di banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (15/11).

Melalui program Mina Padi dan Pengolahan pupuk kompos dari kotoran sapi dan pupuk cair pengolahan urine sapi ini, Program Kepada Masyarakat (PKM) Unwar ini mampu bersaing hingga masuk 40 besar se-Indonesia.

Kedatangan tim viewer yang dipimpin Uyu Wahyudin, untuk memastikan program yang diajukan sesuai proposal dengankondisi riil di lapangan. Wahyudin berharap program ini terus dilakukan secara berkesinambungan dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan penghasilan dan memberikan peluang bagi masyarakat yang belum memiliki penghasilan.

Setelah meninjau dan berkomunikasi langsung dengan para Kelompok Tani Manahcika Guna Bhakti, Wahyudin mengapresiasi kelompok yang mampu menghasilkan pupuk kompos dan pupuk cair BioTani yang bersumber dari ternak sapi kelompok tani. Ini menandakan antara program dan dan kenyataan di lapangan sudah berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya harap program ini terus berkelanjutan. Sehingga masyarakat merasakan langsung program ini dan mendapat bimbingan dari para dosen dan mahasiswa Unwar,” jelasnya.

Sementara Dani Wardani selaku Sub Organisasi Kemahasiswaan Dirjen Pendidikan Kemendikbudristek menyampaikan, Univeristas Warmadewa telah berhasil lolos ke dalam 40 besar se-Indonesia dalam PHP2D.

“Warmadewa masuk 40 besar nominator Anugerah Abdi Daya, dan ini merupakan prestasi karena telah menyisihkan dari 563 peserta,” ungkapnya.

Wardani menambahkan, selain PHP2D, ada lagi program lanjutan pada tahun 2022 nanti berupa program pengembangan atau PHP3D dan Program Wira Desa. Wardani berharap ke depan agar Warmadewa terus mengembangkan program-program lanjutan.

Program PHP2D ini memiliki muara menuju desa mandiri dan berdaya. Sehingga Unwar diharapkan terus mempertahankan kelebihan atau keunggulan dari hasil yang sudah dicapai kelompok dan kekurangan-kekurangan agar dicarikan solusi.

“Kegiatan kali ini bertujuan jntuk sinkronisasi antara yang disampaikan saat daring dengan kondiai riil di lapanan yang ada di desa,” pungkasnya.

Dosen Pembimbing PHP2D Unwar, I Gusti Agus Maha Putra Sanjaya menambahkan, PHP2D ini ada dua kegiatan. Pertama, demplot padi dengan benih ikan (Mina Padi) dan pengolahan limbah pertanian yang dijadikan pakan ternak, kemudian limbah ternak diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair.

Kata Putra Sanjaya, pupuk cair sudah memperlihatkan hasil dan dinikmati oleh para petani kelompok secara langsung yang digunakan untuk memupuk aneka tanaman yang di tanam di lahannya dengan hasil yang meningkat hingga 20 persen.
“Untuk bunga pacah seribu menjadi lebih banyak bunganya. Selain itu, untuk cabai juga buahnya menjadi lebih bagus,” paparnya.

Tak hanya itu, terkait tanaman padi dengan sistem tumpang sari dengan pembesaran ikan nila, juga dapat meningkatkan hasil produksi padi saat panen. “Hasilnya cukup mengembirakan,” tandasnya.

Di sisi lain Sekretaris Desa Baru, I Made Suwenda Astawa mengapresiasi atas dipilihnya Desa Baru sebagai PHP2D Universitas Warmadewa yang dapat memberikan ilmu dan masukan terkait sistem pertanian sehingga mampu menghasilkan pupuk kompos dan pupuk cair BioTani.

Pihaknya berharap program ini berkelanjutan dan mampu menggali potensi-potensi yang dimiliki Desa Baru selain sektor pertanian.
“Tentu program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami. Karena para petani kami mendapatkan nilai lebih berkat program ini,” ujarnya. (Tim)