Kolaborasi ‘HULU HILIR’ Ajak Generasi Muda Dukung Petani Lokal

KREATIF-Owner Wijaya Farm (dua dari kiri) bersama mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2018
KREATIF-Owner Wijaya Farm (dua dari kiri) bersama mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Angkatan 2018

“Program HULU HILIR bersama Wijaya farm mengajak generasi muda untuk mendukung petani dan pangan lokal. Serta terus berusaha memberi keadilan bagi para petani lokal.”

DENPASAR-DiariBali
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi 2018 Fakultas FISIP Udayana berkolaborasi dengan Wijaya Farm Indonesia mengadakan kegiatan “HULU HILIR”, yakni sebuah kolaborasi awal tanpa akhir untuk mendukung petani dan pangan lokal.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak generasi muda untuk mendukung petani dan pangan lokal serta memperkenalkan Wijaya Farm Indonesia sebagai fasilitator. “Sasaran dari kegiatan ini ialah generasi muda, hal ini dikarenakan generasi muda dapat menjadi fasilitator terhadap optimalisasi potensi sektor pertanian di masa depan sekaligus marketer bagi petani dan pangan lokal,” ujar Muhammad Siraj Verwis, Head of Team, di Colony Kreatif, Plaza Renon Denpasar, Senin (7/6/2021).

Wijaya Farm Indonesia melakukan strategi dalam mendistribusikan hasil pangan lokal di Bali, salah satu strategi yang dilakukan oleh Wijaya Farm Indonesia ialah merealisasikan sistem antar sayur hasil panen petani lokal di Bali.

“Dengan menggunakan sistem antar sayur door to door, sistem ini dilakukan dengan tujuan agar hasil panen petani lokal dapat dihilirisasi kepada masyarakat namun masih memperhatikan protokol kesehatan, yakni phsyical distancing,” kata Yudi Arta Wijaya Kusuma, Owner Wijaya Farm.

Yudhi menambahkan rantai distributor membuat harga panen lokal kian naik dan ini menjadi ketidakadilan bagi para petani. Maka dari itu Wijaya Farm berusaha memotong rantai pasar untuk menciptakan perdagangan yang adil bagi petani.

Dalam usaha tersebut, Yudhi menjelaskan banyak kendala yang dihadapi. Salah satunya pariwisata adalah sektor yang menyerap hasil pertanian, kini sudah usai karena pandemi covid-19. Ia berharap selanjunya akan terus ada kolaborasi agar nantinya apa yang dihasilkan oleh petani bisa tersalurkan dengan baik ke sektor pariwisata. (LIN)