Koster Tegaskan Dukung Penuh Program Prabowo, Bantah Isu Penolakan di Bali
Wayan Koster
Denpasar,diaribali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya mendukung penuh berbagai program strategis nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto. Penegasan ini sekaligus menjadi respons atas beredarnya narasi di media sosial yang menyebut Pemerintah Provinsi Bali tidak sejalan dengan sejumlah program pemerintah pusat.
Koster menegaskan, sejak awal masa pemerintahannya ia telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali beserta seluruh perangkat daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota agar program prioritas nasional dapat berjalan optimal di Pulau Dewata.
Sejumlah langkah konkret, menurut Koster, telah dilakukan Pemprov Bali sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat.
Untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemprov Bali telah menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare yang akan digunakan membangun fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh kabupaten/kota di Bali. Usulan penyediaan lahan tersebut telah disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional sejak 20 Mei 2025.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan lahan lebih dari dua hektare untuk pembangunan fasilitas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh Bali.
Sementara untuk Program Sekolah Rakyat, Pemprov Bali menyediakan lahan seluas 5,67 hektare di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Koster menyebut pembangunan sekolah tersebut hampir rampung dan telah memasuki tahap persiapan penerimaan peserta didik baru.
Menurut Koster, pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan kebijakan strategis pemerintah pusat karena sistem pemerintahan Indonesia merupakan satu kesatuan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Pemerintah hanya satu, yaitu pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang saling mendukung dalam menjalankan program pembangunan nasional,” tegasnya dalam keterangan terlulis belum lama ini.
Koster juga menilai penting meluruskan informasi yang berkembang di media sosial agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Ia meminta masyarakat lebih kritis dalam menyaring informasi serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Di sisi lain, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pengguna media sosial, untuk mengedepankan informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Bali bersama-sama mendukung dan menyukseskan berbagai program strategis nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Koster. (Art)