Kominfo Gandeng ITB STIKOM Bali, Program Digital Talent Scholarship

Acara ‘Stikomers Business Talks: Digital Scholarship Talent & Personal Development Plans’ yang diadakan Kampus ITB STIKOM Bali, Sabtu (29/5).
Acara ‘Stikomers Business Talks: Digital Scholarship Talent & Personal Development Plans’ yang diadakan Kampus ITB STIKOM Bali, Sabtu (29/5).

” Kominfo membuka talenta digital dengan kuota 100.000 orang melalui Program Digital Talent Scholarship. ITB sebagai kampus IT Terbesar di Bali digandeng diberikan kesempatan besar. Dan Bali secara umum memiliki peluang besar dalam program tersebut”

DENPASAR- DiariBali
Bali memiliki potensi besar di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hingga saat ini, jumlah UMKM yang telah terdigitalisasi hanya 50 persen. Peluang teknologi informasi akan membantu para pelaku UMKM dan seniman dalam memasarkan produknya ke tingkat global.

Pelatihan itu mencakup untuk fresh graduated academy, vocational school graduate academy, thematic academy, professional academy, government transformation academy, digital enterpreunership academy, talent scouting academy dan digital leadership academy.

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan memaparkan, kampus IT terbesar di wilayah Bali Nusra saat ini mengelola 30 unit program pendidikan, dari jenjang vokasi sekolah menengah kejuruan IT, Politeknik hingga institut.

Termasuk di dalamnya yayasan pendidikan yang menaungi ITB STIKOM Bali juga mengelola Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). ITB STIKOM Bali juga memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Informatika untuk sertifikasi tenaga Sekolah Menengah Kejuruan.
“Salah satu LPK yang saat ini tengah berjalan adalah penyaluran magang ke Jepang,” jelas Dadang Hermawan, Sabtu (29/5).

Sementara Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) SDM Kominfo Hari Budiarto menjadi salah satu narasumber dalam ‘Stikomers Business Talks: Digital Scholarship Talent & Personal Development Plans’ yang diadakan Kampus ITB STIKOM Bali.

“Kalau hasil seni dan produk UMKM maupun ultra mikro bisa dipasarkan di luar negeri, peluangnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” ujar Hari Budiarto membuka sesi dialog.

Dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan sertifikat kelulusan. kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi nasional maupun sertifikat internasional.

Seperti diketahui, program Digital Talent Scholarship Kominfo sudah dimulai tahun 2018 dan diproyeksikan hingga tahun 2024. Dari data yang ada, peserta sampai saat ini masih didominasi dari wilayah Indonesia Barat. Sedangkan Bali sendiri di program yang sama tahun sebelumnya hanya mengisi 2,5 persen peserta. (Zoh)