H-3 Galungan, Harga Bahan Upakara Relatif Stabil

Penjual pisang di pinggir jalan Cargo, Batukandik, Denpasar.

DENPASAR, Diari Bali

Memasuki H-3 Hari Raya Galungan, harga kebutuhan bahan-bahan upakara di sejumlah pasar di Denpasar relatif terjangkau.

Pantauan diaribali.com di Jalan Cargo-Batukandik, Denpasar, harga pisang hijau dibanderol mulai Rp 50.000 per tandan. Isi sisir per tandan variatif.

Hadi, penjual pisang menjelaskan, Galungan kali ini omzet usahanya menurun signifikan. Jelas berbeda dengan perayaan Galungan sebelum pandemi Covid-19.

Namun, Hadi mengaku bersyukur karena tetap bisa bertahan di tengah situasi sulit ini. Pasalnya, pria asal Malang ini mengaku, penjualannya tidak tergantung pada momentum hari raya.

“Langganan saya kebanyakan pedagang kue dan gorengan. Jadi walaupun hari raya, saya tidak menaikkan harga. Sekalipun naik sedikit, itu pemasok yang menaikkan karena mereka sudah hafal hari raya di Bali,” jelas Hadi, ditempat jualannya, Minggu (11/4/2021).

Hadi menambahkan, sebelum pandemi, ia mampu menjual rata-rata 100 tandan per hari. Namun setahun belakangan, omzetnya terjun bebas 50 persen.

Ia memiliki 10 pelanggan pemasok pisang dari Malang, Lumajang, Banyuwangi dan Jember, Jawa Timur. Jenis pisang pun variatif, namun didominasi pisang tanduk.

Sementara, harga bunga pacah mencapai Rp45.000, mitir Rp15.000 dan kembang rampai Rp10.000 per kilogramnya. Harga ini relatif stabil untuk ukuran peringatan hari raya besar umat Hindu.

Hal ini diakui Rinda Sunarti, salah seorang pembeli di Pasar Agung, Jalan Cekomaria, Penatih, Denpasar. “Harga bahan-bahan banten cukup stabil. Ya, meski pun naik, yang penting saya dapat membelinya,” pungkasnya. Red