Festival Seni Budaya XV, DPRD Badung Dorong Pelestarian Tradisi dan Kebangkitan UMKM Lokal

IMG_20261105_101644

Mangupura,diaribali.com –
Festival Seni Budaya XV Kabupaten Badung Tahun 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan seni, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk merawat tradisi sekaligus mengembangkan kreativitas. Ajang ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Bali sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal.

Dukungan terhadap penyelenggaraan festival tersebut ditunjukkan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Badung yang menghadiri pembukaan Festival Seni Budaya XV di area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (4/11/2026).

Hadir Wakil Ketua I DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, Wakil Ketua III I Made Sunarta, Ketua Komisi II I Made Sada, Ketua Komisi IV I Nyoman Graha Wicaksana, serta sejumlah anggota DPRD Badung lainnya. Festival dibuka secara resmi oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Wakil Ketua I DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk berekspresi dan berkreasi melalui seni budaya. Menurut dia, pelibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan adat dan tradisi di tengah perkembangan zaman.

Rah Tut, sapaan A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, juga menyoroti keterlibatan UMKM lokal dalam festival tersebut. Kehadiran stan-stan UMKM, khususnya produk kuliner dan usaha kreatif, dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

“Artinya, kita bisa mengangkat potensi-potensi lokal Badung. Kita bisa menampilkan produk unggulan daerah sekaligus meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, festival budaya menjadi momentum untuk mempertemukan seniman, komunitas budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang kreatif. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

DPRD Badung, lanjut Rah Tut, mendukung penyelenggaraan festival tersebut dan berharap kualitas serta cakupannya terus ditingkatkan. Bahkan, ia mendorong adanya kolaborasi dengan daerah lain di luar Badung agar festival semakin berkembang dan menjadi ruang pertukaran seni serta budaya antardaerah.

Festival Seni Budaya XV berlangsung hingga 16 November 2026. Berbagai kegiatan disuguhkan, mulai dari pameran dan stan kuliner UMKM, perlombaan, hingga pertunjukan seni budaya. Melalui kegiatan ini, Badung tidak hanya menampilkan kekayaan tradisinya, tetapi juga berupaya menjadikan seni budaya sebagai kekuatan identitas daerah dan penggerak ekonomi kreatif. (Kan)