Delapan Fakta Unik Pura Gedong Pingit

Pura Gedong Pingit
Pura Gedong Pingit
Bagikan

Usai melahap 50 anak tangga yang cukup terjal di lambung Bukit Ngandang, Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, pamedek yang nangkil ke Pura Gedong Pingit akan disambut goa layaknya mulut raksasa yang menganga.
Keberadaan Pura Gedong Pingit menambah khasanah pura di Bali. Bagi pamedek yang ingin nangkil ngaturang sembah bakti, bisa datang langsung ke pura tersebut. Patokannya, dari perbatasan Klungkung-Karangasem, Banjar Yeh Malet, lurus ke arah timur. Sekira 4 kilometer, cari SD Negeri 6 Antiga Kelod. Atau hubungi Jero Mangku Agus Suartana; 085 935 104 334 (WA).

Berikut Fakta-fakta Unik tentang Pura Gedong Pingit

1. Mirip Pura Goa Lawah

Siapa pun yang pedek nangkil ke Pura Gedong Pingit pasti mengatakan pura ini mirip dengan salah satu Pura Sad Kahyangan Jagat Goa Lawah yang terletak di Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Alasannya, goa seperti mulut menganga di Parhyangannya persis seperti Pura Goa Lawah. Hal ini dikuatkan lagi dengan keberadaan ribuan kelelawar atau lelawah yang menggelayut di langit-langit goa.

Setiap sore, seluruh lelawah duwe di Pura Gedong Pingit pergi menuju Pura Goa Lawah, kemudian kembali esok paginya. Pengakuan Jero Mangku Nyoman Satri sangat beralasan karena letak kedua pura ini relative dekat, kurang dari 10 kilometer.

2. Stana Ratu Niang Lingsir Sakti, Ratu Gede Mas Mecaling dan Ratu Ayu Manik Maketel

Hanya terdapat dua palinggih utama di pura ini; Padmasana dan Gedong. Namun, di Pura Gedong Pingit ini berstana tiga Sesuhunan, yakni Ratu Niang Lingsir Sakti, Ratu Gede Mas Mecaling dan Ratu Ayu Manik Maketel. Palinggih Ratu Gede Mas Mecaling berada di luar area pura, tepatnya sebelum menapaki anak tangga. Para pamedek wajib memohon ijin sebelum bersembahyang ke utama mandala.

3. Kurang Dikenal Warga Sekitar

Keberadaan Pura Gedong Pingit ini belum terlalu populer di telinga masyarakat di wewidangan Desa Antiga dan Antiga Kelod atau Desa Pakraman Angantelu. Malah umat dari luar yang lebih dulu mengetahui pura ini.

4. Diempon Satu Keluarga

Pura Gedong Pingit diempon oleh satu keluarga besar yang jumlahnya delapan kepala keluarga. Mereka adalah warih Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas. Meski demikian, pangempon membatah pura ini milik keluarga. Pura ini terbuka untuk umat Hindu atau siapa pun yang meyakininya.

5. Pamedek Tangkil Lewat Petunjuk Niskala

Pamedek yang tangkil ke Pura Gedong Pingit didominasi oleh orang luar Kabupaten Karangasem. Profesi mereka pun beragam, mulai dari artis, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), politikus, tokoh puri, tokoh koperasi, dan terakhir, pematung nasional Nyoman Nuarta.

Kehadiran mereka didominasi oleh petunjuk niskala, berupa mimpi, bisikan dan petunjuk orang pintar. Persis seperti ihwal pura ini yang diawali dari petunjuk niskala. Hanya segelintir mengetahui lewat media sosial karena keberadaannya belum terekspos secara masif.

6. Tempat Mohon Tamba dan Keturunan

Banyak kesaksian umat setelah nangkil ke Pura Gedong Pingit. Di antaranya, pasangan suami istri yang susah punya keturunan, kahirnya terkabul setelah memohon di pura ini. Ada juga yang digigit kalajengking misterius, sembuh setelah malukat di Pura Gedong Pingit. Tempat suci ini juga diyakini untuk memohon kesejahteraan hidup.

7. Mudah Dijangkau

Meski letaknya di pinggang bukit, lokasi Pura Gedong Pingit mudah dijangkau. Jalan rabat beton selebar 3 meter siap menyambut pamedek yang mengendarai roda emat. Jarak tempuh dari ibu kota Denpasar pun tidak lebih dari 50 kilometer atau satu jam perjalanan.

8. Piodalan Tiap Purnama Ketiga

Para pangempon menyepakati puja wali atau piodalan di Pura Gedong Pingit setiap Purnama Ketiga. Bagi para pamedek yang kali pertama sembahyang, diimbau menghaturkan banten pejati, lazimnya di seluruh pura se-Bali. (TIM)