Cara BEM Unwar Maknai Hari Lahir Pancasila

I Made Yudi Dwipayana

“Setiap 1 Juni, Bangsa Indonesia merayakan Hari Jadi Pancasila. Banyak hal yang dilakukan seluruh elemen masyarakat se-Nusantara untuk memaknai hari besar nasional tersebut. Salah satunya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa (Unwar)”. Lantas, apa yang dilakukan?”

DENPASAR-DiariBali
Meski di tengah pandemi covid-19, BEM Unwar tetap menyambut Hari Lahir Pancasila dengan penuh kegembiraan, tentunya tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila sudah dilaksanakan sejak beberapa hari lalu dengan tema mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi, Unwar dengan belasan ribu mahasiswanya berasal dari seluruh provinsi se-Indonesia, sehingga tidak salah dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia.

Presiden BEM Unwar I Made Yudi Dwipayana, menjelaskan, seluruh perwakilan mahasiswa dari seluruh daerah diwajibkan menampilkan busana adat masing-masing sebagai simbol kekakayaan budaya Nusantara. Mereka memamerkan pakaian masing-masing di auditorium Unwar. BEM sendiri, kata Yudi Dwipayana, membantu perlengkapan peserta.

Yudi Dwipayana menyebut, kegiatan gebyar budaya daerah ini sangat penting sebagai wadah apresiasi bagi seluruh mahasiswa memperkenalkan budaya dari derahnya masing-masing, sehingga mereka merasa dihargai dan semakin mempererat rasa persaudaraan di kalangan Civitas Akademika Unwar.

Yang lebih penting, menurut Yudi, Pancasila harus dimaknai sebagai sebuah ideologi Bangsa Indonesia guna mencegah paham-paham radikal di dunia kampus. “Mahasiswa yang notabene generasi muda sebagai agen perubahan, wajib menjujung tinggi Pancasila sebagai ideologi bangsa,” kata Yudi Dwipayana, di Kampus Unwar, Senin (31/5/2021).

Yudi Dwipayana yang belum terlalu lama menjabat presiden BEM Unwar ini mengakui, belum banyak hal yang bisa dilakukan sejak badai pandemi covid-19 menerjang untuk menghidari kerumunan.

Mahasiswa Jurusan Ilmu Admisitrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini menambahkan, Pancasila sebagai sebuah ideologi harus dimaknai, bukan sekedar momentum tahunan yang dirayakan dengan seremonial. (LIN)