Jaga Eksistensi Bahasa Bali, PPBDI Gelar Olimpiade

Acara pembukaan olimpiade Bahasa Bali, Kamis (31/23)
Bagikan

Denpasar, diaribali.com
Upaya menjaga eksistensi keberadaan bahasa, aksara dan sastra Bali Pekumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia (PPBDI) wilayah Bali menggelar olimpiade bahasa Bali sebagai bentuk pelestarian serta memperkokoh bahasa ibu. Kamis (31/23).

Ketua Penyelenggara kegiatan Dr. Ni Wayan Sariani, S.Pd., M.Hum
mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam hal Bahasa Bali.

Lebih jauh dikatakan bahwa pelaksanaan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan budaya literasi khususnya leterasi baca tulis, numerasi, digital serta literasi budaya dan kebangsaan sesuai tujuan pendidikan adalah “Merdeka Belajar”.

“Kami menyambut baik, antusias peserta membludak dengan jumlah 2.624 peserta. Ajang ini bukan semata mencari juara. Namun, semangat kebangsaan generasi muda khususnya dibidang bahasa Bali menjadi priorotas. Patut ditumbuh kembangkan,” kata Sariani yang baru selesai melanjutkan pendidikan S3 asal bumi seni tersebut.

Lanjut Sariani, kegiatan olimpiade ini diikuti oleh peserta dari seluruh kabupaten/kota se-Bali dari jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu tahap penyisihan yang dilaksanakan dari tanggal 7 sampai dengan 21 Agustus 2023 secara daring dengan penjaringan 10 besar untuk jenjang SD dan 15 besar untuk jenjang SMP dan SMA/ SMK se-Bali. Peserta yang berhasil lolos pada babak penyisihan ini telah mengikuti seleksi untuk bisa masuk tiga besar pada tanggal 26 Agustus tahun 2023. Selanjutnya, babak final dilaksanakan secara luring di SMK Negeri 3 Denpasar pada tanggal 31 Agustus 2023.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung. Permohonan kami telah didengarkan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah,” ungkap ketua PPBDI wilayah provinsi Bali.

Dirinya berharap langkah ini agar terus dikumandangkan guna peningkatan kesejahteraan para guru Bahasa Bali.

Adapun pendukung kegiatan ini adalah Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga kabupaten/ kota se-provinsi Bali, KKG dan MGMP se-provinsi Bali serta donatur dari Pandi dan Indonesia Power.

Dalam acara final lomba olimpiade bahasa Bali ini dibuka oleh Kadisdikpora Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Gede Ketut Saputera Aryadi, SE dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Provinsi Bali sangat mengapresiasi kegiatan olimpiade Bahasa Bali sebagai implementasi Pergub Bali no. 80 tahun 2018.

“Kami berharap kegiatan ini berkesinambungan dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Melalui kegiatan ini akan mampu menjaga kelestarian bahasa Bali,” ungkapnya

Disela sambutannya disampaikan pula pada tahun 2023 ini sudah disiapkan formasi ASN untuk guru bahasa Bali pada jenjang SLB, SMA, SMK sebanyak 215.

Adapun pemenang Olimpiade Bahasa Bali tahun 2023 sebagai berikut. Jenjang SD : Juara I : Ni Kadek Rai Agustina Maharani dari SDN 5 Ubung. Juara II : Ni Made Dara Indira Wati dari SDN 26 Pemecutan. Juara III : I Komang Adi Perdana Putra dari SDN 7 Pemecutan. Pada jenjang SMP:
Juara I : Luh Putu Dewi Puspitawati dari SMPN 4 Mendoyo. Juara II : Putu Cinta Cantika Ayu Nartaki dari SMPN 4 Singaraja. Juara III : I Komang Tiara dari SMPN 4 Mendoyo. Jenjang SMA/ SMK:
Juara I : Made Suprabawa dari SMA Taruan Mandara. Juara II : Putu Candra Amerta dari SMA Taruan Mandara. Juara III : Ida Bagus Putu Ari Chandra dari SMA Taruan Mandara. (Get)