Bupati Badung Jawab Sorotan Fraksi: Pajak Dikejar, Kabel Ditata, Atap Ilalang Dikaji
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung, Kamis (17/9) di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Badung.
Badung,diaribali.com—
Pemerintah Kabupaten Badung memilih mengencangkan kendali ketimbang mengubah arah kebijakan dalam menjawab sorotan DPRD terhadap Rancangan Perubahan APBD 2026. Target pajak dipertahankan, penataan kawasan dipercepat, sementara penggunaan atap ilalang pascakebakaran Restoran Gado-Gado tidak serta-merta dilarang.
Jawaban pemerintah itu disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam Rapat Paripurna Ke-7 Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026-2027 di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Badung, Kamis, 17 September 2026.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti dan dihadiri Wakil Bupati I Bagus Alit Sucipta, Sekda Badung, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta jajaran Forkopimda. Agenda tunggal rapat adalah jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda Perubahan APBD 2026.
Anom Gumanti mengatakan jawaban Bupati menjadi bagian penting sebelum fraksi menentukan sikap akhir. Ia meminta anggota Dewan tidak berhenti pada perdebatan angka, tetapi memastikan anggaran memiliki manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Saya kira tadi sudah semuanya dijawab oleh Bapak Bupati tentang apa yang menjadi pertanyaan dan saran Dewan tentang APBD Perubahan 2026,” kata Anom.
Ia menyerahkan kepada masing-masing fraksi untuk mencermati jawaban pemerintah sebelum pembahasan dan pengambilan keputusan pada rapat paripurna berikutnya. Menurut dia, ukuran utama APBD tetap kepentingan masyarakat Badung.
Salah satu sorotan fraksi adalah kehati-hatian pemerintah dalam menetapkan target penerimaan pajak. Adi Arnawa mengatakan target tersebut disusun berdasarkan perkembangan penerimaan sepanjang 2026, yang menurut dia menunjukkan tren positif.
Ia menyebut rata-rata penerimaan pajak daerah berada di kisaran Rp799 miliar. Pada awal tahun, penerimaan berada di kisaran Rp600 miliar, meningkat sekitar Rp700 miliar pada pertengahan tahun, kemudian mencapai lebih dari Rp800 miliar pada Juli-Agustus.
“Ini satu prestasi membanggakan. Dengan masifnya investasi serta tamu yang datang, target yang dipasang mudah-mudahan segera tercapai,” ujar Adi Arnawa.
Pemerintah juga merespons kritik mengenai penataan jalan dan jaringan utilitas, terutama di kawasan Kuta dan destinasi wisata sekitarnya. Adi mengatakan penataan tidak akan dilakukan secara parsial, melainkan diarahkan berbasis kawasan agar hasilnya terlihat utuh.
Ia mencontohkan Canggu dan Berawa sebagai kawasan yang dapat ditata secara menyeluruh. Trotoar, ruas jalan hingga jaringan utilitas akan diselaraskan. Setelah pekerjaan trotoar rampung, utilitas ditargetkan dapat dipindahkan ke bawah tanah.
Isu lain yang mencuat adalah penggunaan atap ilalang setelah kebakaran Restoran Gado-Gado. Fraksi PDI Perjuangan mendorong pemerintah mengevaluasi penggunaan material tersebut pada bangunan akomodasi pariwisata.
Adi Arnawa belum memilih opsi pelarangan. Menurut dia, ilalang memiliki nilai estetika dan kesan tradisional yang menjadi bagian dari daya tarik akomodasi wisata di Badung. Karena itu, pemerintah akan mengkaji penguatan SOP, prosedur kehati-hatian, serta imbauan kepada pemilik dan pengelola usaha.
“Daripada menghilangkan atau menggantinya, penanganan lebih tepat diarahkan pada pengetatan SOP,” kata Adi Arnawa.
Jawaban tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemkab Badung: mengejar penerimaan tanpa mengabaikan kehati-hatian, mempercantik kawasan tanpa berhenti pada pekerjaan kosmetik, serta mempertahankan karakter tradisional bangunan sembari memperketat aspek keselamatannya. (Art)