BPR Kanti Bangun Budaya Kerja dari Rumah
Family Gathering BPR Kanti, Minggu (9/8).
Denpasar,diaribali.com —
PT BPR Sukawati Pancakanti (BPR Kanti) mendorong keluarga menjadi fondasi dalam membangun budaya kerja perusahaan. Pesan itu mengemuka dalam KANTI Family Gathering 2026 di Aula Taman Asoka, Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Minggu (9/8/2026).
Mengusung tema “KANTI Starts at Home” dan semangat “Bersama Tumbuh, Sejahtera Bersama”, kegiatan tersebut melibatkan pemegang saham, komisaris, direksi, karyawan, dan keluarga.
Direktur Utama BPR Kanti Made Arya Amitaba mengatakan, keterlibatan keluarga bukan sekadar mempererat hubungan, melainkan bagian dari upaya memperkuat budaya perusahaan.
“Keberhasilan seorang karyawan tidak pernah dikerjakan sendirian. Di balik target yang tercapai ada keluarga yang memberikan dukungan, doa, dan semangat,” kata Arya Amitaba.
Menurut dia, nilai seperti kejujuran, disiplin, kepedulian, rasa hormat, dan tanggung jawab pertama kali dibentuk di lingkungan keluarga sebelum dibawa ke tempat kerja.
“Budaya bukan dimulai dari kantor. Budaya sudah dimulai dari rumah,” ujarnya.
BPR Kanti kini memperkuat budaya kerja KANTI DKKB yang mencakup sembilan perilaku utama, yakni Kepedulian, Akuntabilitas, Nilai Tambah, Transparansi, Inovasi, Disiplin, Komunikasi, Kolaborasi, dan Belajar Berkelanjutan.
Arya Amitaba menegaskan, nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan. Budaya harus diterjemahkan menjadi perilaku sehari-hari.
Pesan itu antara lain diwujudkan melalui prosesi sungkeman anak kepada orangtua. Tradisi tersebut dimaknai sebagai simbol akuntabilitas—berani mengakui kesalahan, meminta maaf, dan bertanggung jawab atas tindakan.
Dalam kegiatan yang sama, kepala kantor dan karyawan BPR Kanti menandatangani komitmen penerapan budaya kerja KANTI DKKB dengan disaksikan keluarga masing-masing.
Narasumber kegiatan, KS Arsana, menilai pelibatan keluarga dalam transformasi budaya perusahaan merupakan langkah strategis. Menurut dia, budaya menjadi salah satu kekuatan organisasi yang sulit ditiru karena tercermin dalam cara orang berpikir dan bertindak.
“Dalam persaingan bisnis, ada satu kekuatan yang tidak bisa ditiru oleh siapa pun, yaitu budaya,” kata Arsana.
Ia juga memperkenalkan konsep “Lawar Leadership”, yang memadukan kepemimpinan dengan nilai dan kearifan lokal Bali. Konsep itu mendorong setiap karyawan membangun kepemimpinan dari dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.
Family Gathering 2026 juga diisi KANTI Got Talent, Family Video Challenge, serta pemberian beasiswa berprestasi KAFAYA kepada 26 anak karyawan.
Arya mengingatkan karyawan agar keberhasilan di tempat kerja berjalan seiring dengan keteladanan di keluarga.
“Jangan hanya menjadi pegawai yang hebat. Jadilah teladan, karena ada mata kecil yang selalu belajar dari kita,” ujarnya. (Kan)