Pertemuan Rangkaian Dharma Shanti Nyepi Tahun 2026 bertajuk Makerti Ayuning Danu.

Pertemuan Rangkaian Dharma Shanti Nyepi Tahun 2026 bertajuk Makerti Ayuning Danu.

Bangli,diaribali.com – Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, menegaskan bahwa masyarakat Bali patut menaruh rasa terima kasih kepada Kabupaten Bangli yang selama ini setia “mengasuh” kehidupan Bali melalui sumber-sumber airnya.

Hal itu disampaikan Kenak saat memberikan sambutan mewakili Ketua Umum Panitia pada kegiatan yang digelar di Pura Hulun Danu Batur Songan pada Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, Bangli memiliki posisi sangat penting dalam kehidupan masyarakat Bali karena menjadi wilayah hulu yang menghidupi banyak daerah di Pulau Dewata.

“Bangli ini ibarat danu bagi Bali. Dari wilayah inilah sumber-sumber air mengalir ke berbagai penjuru pulau, menghidupi sawah, ladang, dan kehidupan masyarakat Bali. Karena itu masyarakat Bali sejatinya harus berterima kasih kepada Bangli yang setia mengasuh Bali,” ujarnya.

Kenak menegaskan bahwa dalam konsep keseimbangan alam dalam ajaran Hindu Bali, air merupakan unsur kehidupan yang harus dimuliakan. Kawasan danau serta pegunungan sebagai hulu air memegang peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan Bali secara keseluruhan.

Karena itu, ia mendorong agar pemuliaan terhadap air tidak hanya dimaknai secara spiritual, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk kebijakan nyata, termasuk perhatian yang lebih besar terhadap kawasan hulu.

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada Bangli sebagai wilayah penjaga sumber air Bali.

“Bangli adalah penjaga sumber kehidupan Bali. Sudah sepatutnya ada perhatian lebih dari pemerintah pusat sebagai bentuk pemuliaan terhadap air dan penghormatan terhadap wilayah yang menjaga sumber kehidupan ini,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menyampaikan apresiasi kepada PHDI Bali yang terus mengingatkan masyarakat akan esensi pemuliaan air.

Menurutnya, perhatian terhadap sumber-sumber air di Bangli sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menempatkan kelestarian alam sebagai fondasi utama.

“Pemerintah Kabupaten Bangli tentu berterima kasih karena PHDI sebagai majelis umat Hindu terus mengingatkan kita semua tentang esensi pemuliaan air. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya.

Sedana Arta juga menegaskan bahwa Bangli memiliki posisi strategis karena merupakan kawasan yang diakui dunia melalui Batur Global Geopark.

Menurutnya, status geopark dunia tersebut menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam Bangli, termasuk danau, kawasan pegunungan, dan sumber-sumber air yang menjadi penopang kehidupan Bali.

“Bangli ini adalah geopark dunia. Artinya kawasan ini tidak hanya penting bagi Bali, tetapi juga memiliki nilai bagi dunia. Karena itu menjaga alam Bangli, termasuk sumber-sumber airnya, menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dharma Shanti Nyepi Tahun 2026 bertajuk Makerti Ayuning Danu, yang menekankan pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. Rangkaian kegiatan itu ditandai dengan pelaksanaan ritual mapakelem di Danau Batur.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Dermaga Kedisan dan sejumlah titik lainnya di sekitar Danau Batur, serta persembahyangan bersama sebagai wujud bhakti dan kesadaran kolektif untuk menjaga kesucian sumber-sumber air di kawasan tersebut. (db)