Unud dan BRI Gelar Inagurasi Program Deepening Desa Brilian 2022

Unud dan BRI Gelar Inagurasi Program Deepening Desa Brilian 2022
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com-Universitas Udayana melalui Inkubator Bisnis LPPM bekerjasama dengan BRI menggelar Inagurasi Program Deepening Desa Brilian Tahun 2022 yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Nusantara Gedung Agrokompleks Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (7/9/2022). 

Program Desa Brilian merupakan inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa melalui implementasi praktik kepemimpinan dan kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa. Inagurasi Program Deepening Desa Brilian ini dibuka oleh Rektor Unud dan menghadirkan dua Keynote Speaker yakni Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Bappeda I Wayan Wiasthana Ika Putra dan Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata I Made Mendra Astawa. 

Baca juga KUI Unud dan JNU India Rencanakan Joint Research dan Kerja Sama

Kepala Divisi Social Entrepreneurship & Incubation Bank BRI Dani Wildan, SE.,M.BA dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak dan peserta yang terlibat dalam program ini. Setelah menempuh 2 bulan pelatihan dan mengikuti 8 kali kelas online, sebanyak 53 desa yang tergabung pada program deepening desa brilian tahun 2022 ini mendapatkan pelatihan dimana fokusnya memberikan topik di seputar kepemimpinan kolaboratif, penguatan kelembagaan Bumdes, digitalisasi, kewirausahaan dan manajemen keuangan Bumdes/Desa.

“Maka saat ini kita sampai pada tahap pengumuman desa-desa terbaik melalui acara inagurasi ini dan akan diumumkan 3 desa terbaik pada program ini yang nantinya akan mendapatkan pendampingan langsung dari Universitas Udayana selama satu bulan, dimana pendampingan ini dapat dimanfaatkan masing-masing desa untuk dapat lebih mengembangkan potensi yang ada di Desa dan bersama-sama mencari solusi terbaik untuk permasalahan dan tantangan yang ada di desa masing-masing,” ujarnya.

Baca juga Pura Kereban Langit Tempat Memohon Keturunan, Kewibawaan, Tamba, hingga Melebur Mala

Pihaknya juga menyampaikan BRI sebagai Bank yang fokus pada segmen usaha mikro kecil menengah, dimana peran BRI tidak hanya fokus pada fungsi finansial namun juga fokus pada pemberdayaan individual pelaku usaha maupun lembaga desa.

Sementara Rektor Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng.,IPU dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih pada BRI dengan program ini yang memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi desa melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat. Sementara dunia pendidikan tinggi memerlukan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri atau yang disebut Dudi.

“Jadi pendidikan tinggi akan lengkap jika bisa bermitra dengan dunia usaha maupun dunia industri. Mudah-mudahan program ini memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat desa karena kepala desa telah diberikan konsep bagaimana mengembangkan desanya masing-masing yang tidak hanya berdampak pada perekonomian tapi juga kesejahteraan masyarakat desa,” ucap rektor.

Baca juga Mahasiswa TPB FTP Unud Raih 3 Medali Pada Kejuaraan Renang Piala Gubernur Bali Tahun 2022

Unud memiliki dua unit yang terkait dengan hal ini yakni unit kewirausahaan mahasiswa dan Inkubator Bisnis. Pihaknya bersyukur BRI menggandeng Inkubator Bisnis Unud berkaitan dengan program deeping desa brilian ini. Harapannya akan ada lagi kerjasama yang lebih intens dengan mitra-mitra lainnya maupun pemerintah daerah dalam bagaimana memainkan peranan sesuai bidang masing-masing terutama terkait kewirausahaan dan pengembangan potensi desa. Pihaknya juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan Unud siap melakukan pendampingan.

Inagurasi diawali dengan pengumuman finalis program deepening desa brilian tahun 2022 wilayah Bali, NTB dan NTT yang dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada tiga finalis terbaik. Adapun tiga finalis terbaik yakni Juari I Desa Panji, Juara II Desa Taro dan Juara III Desa Kesiman Kertalangu. Dalam kegiatan ini juga ditayangkan video special remark dari Menparekraf RI Sandiaga Uno yang mengucapkan selamat kepada 53 desa terbaik dan berharap semoga dapat tercipta sustainable economy bagi masyarakat luas khususnya yang berada di Bali. rl

Sumber: unud.ac.id