SD se-Denpasar Antusias Ikuti Lomba Bulan Bahasa Bali di Spenas

SD se-Denpasar Ikuti Lomba Bulan Bahasa Bali di Spenas
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com-SMP Nasional Denpasar (Spenas) mengadakan lomba Nyurat Aksara Bali, Magending Rare, Masatua Bali dan Puisi Bali dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Bali V tahun 2023. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja sekolah tiap tahun.

Kepala Spenas, Ni Putu Supadmi, S.Pd, mengatakan, Peringatan Bulan Bahasa Bali untuk mendukung peraturan Gubernur Bali No. 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa Sastra dan Aksara Bali.

Lebih lanjut dikatakan, lomba tak hanya untuk internal sekolah saja, lomba juga diberikan untuk partisipasi antar SD se-Kota Denpasar. Jenis lomba yang diadakan untuk internal yaitu, nyurat aksara Bali, puisi, magending rare dan pidarta bahasa Bali serta lomba ogoh-ogoh, berlangsung pada 16-17 Februari lalu.

“Sementara lomba eksternal nyurat aksara Bali ali, magending rare, mesatua bali dan puisi Bali berlangsung selama dua hari pada 25-26 Februari,” jelas Supadmi, Sabtu (25/2) di sekolah setempat.

Supadmi melanjutkan, minat peserta dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.  Ia merinci peserta untuk masatua Bali 16 peserta, nyurat aksara Bali 43 peserta, puisi Bali anyar 26 peserta dan magending rare 8 peserta.

“Ini sangat luar biasa bagi kami karena anak-anak kami khususnya yang SD sudah antusias sekali untuk mendukung program bahasa bali,” ujarnya.

Bagi pemenang, kata Supadmi, akan diberikan apresiasi dalam bentuk piala tetap, uang pembinaan bagi masing-masing pemenang dan piagam bagi seluruh peserta. 

“Besar harapan saya selaku kepala sekolah dengan adanya lomba ini peserta bisa bergabung ke SMP Nasional setelah tamat nanti. Target kami 50 persen dari totoal peserta,” harap Supadmi.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Salhei Amigna Zaena, SE., MM., mengatakan, selaku badan hukum (yayasan) penyelenggara pendidikan Spenas, pihaknya mendukung kegiatan ini.

Bahkan, kata Salhei, Bulan Bahasa Bali telah masuk kalender rutin sebagai program tahun sekolah. Hal ini, menurut dia sebagai wujud kontribusi Spenas dalam melestarikan bahasa ibu sejak dini.

Para juara yang kelak melanjutkan pendidikan di Spenas juga diberikan “diskon” untuk mengapresiasi prestasi anak-anak tersebut. Zor