Rakerda IKAL Lemhannas Bali Tegaskan Komitmen untuk Bali

I Nengah Suriata.

I Nengah Suriata.

Denpasar,diaribali com— Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas) Bali menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan daerah melalui peran sebagai mitra strategis pemerintah. Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD IKAL Lemhannas Bali yang digelar di Gedung PHDI Bali, Denpasar, Jumat (5/6/2026).
Rakerda tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan menjadi dasar penyusunan program kerja organisasi ke depan. Hasil sidang kemudian diserahkan kepada Ketua DPD IKAL Lemhannas Bali, I Nengah Suriata.
Dalam arahannya, Suriata menegaskan bahwa rakerda tidak boleh dimaknai sekadar agenda administratif organisasi. Menurut dia, forum tersebut merupakan momentum untuk memperkuat peran alumni Lemhannas sebagai pejuang dan negarawan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Ia menilai karakter pejuang dan negarawan menjadi semakin relevan di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi global yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional maupun daerah.
“Bali tidak berada dalam ruang yang terisolasi. Setiap gejolak ekonomi, keamanan, maupun politik global cepat atau lambat akan berpengaruh terhadap stabilitas daerah,” ujarnya.
Menurut Suriata, posisi Bali sebagai wajah Indonesia di mata dunia membuat daerah ini rentan terhadap berbagai dampak perubahan global. Karena itu, berbagai persoalan strategis perlu dibaca secara lebih komprehensif dan tidak terjebak dalam pendekatan sektoral semata.
Sebagai organisasi yang dihuni akademisi, purnawirawan TNI, kalangan profesional, hingga pelaku usaha, IKAL Lemhannas Bali berupaya mengonsolidasikan kekuatan intelektual anggotanya untuk memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Dalam waktu dekat, organisasi tersebut berencana melakukan audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, unsur militer, hingga komponen masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas dan ketahanan wilayah.
Salah satu fokus yang akan didorong adalah peningkatan kemampuan deteksi dini dan pencegahan dini terhadap berbagai Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang berpotensi berkembang menjadi konflik sosial.
Suriata menekankan pentingnya membangun pola pikir yang komprehensif, integral, dan holistik. Di sisi lain, wawasan kebangsaan harus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bali.
Tidak hanya pada tataran gagasan, ia juga mendorong seluruh alumni Lemhannas di Bali untuk menghadirkan aksi nyata yang berdampak bagi masyarakat. Menurut dia, kontribusi organisasi harus selaras dengan agenda pembangunan daerah melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Melalui hasil Rakerda 2026, DPD IKAL Lemhannas Bali menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi dengan seluruh unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya. Organisasi ini ingin mengambil peran sebagai “radar” sekaligus penyelesai masalah dalam menjaga keamanan, stabilitas, dan keberlanjutan pembangunan Bali di tengah tantangan yang semakin kompleks. (Art)