Polkesden Harapkan Tiap Rumah Tangga Punya Jamban Sehat

PENYULUHAN-Tim Pengabmas Jurusan Kesling Polkesden memberikan penyuluhan tentang jamban keluarga sehat di Banjar Lodalang, Kukuh, Marga, Tabanan.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Jamban keluarga sehat adalah sarana penunjang yang sangat penting dimiliki setiap rumah tangga. Namun masih ditemukan rumah tangga yang belum memiliki jamban keluarga sehat. Dalam jangka panjang, situasi ini berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan (Kesling), Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar (Polkesden), merasa terpanggil menyikapi persoalan ini. Melalui program pengabdian kepada masyarakat (pengabmas) tim dosen yang terdiri dari Nengah Notes, SKM., M.Si., dan Wayan Sudiadnyana, SKM., MPH., dibantu beberapa mahasiswa turjun ke Banjar Lodalang, Desa Kukuh, Marga, Tabanan.

Bekerjasama dengan UPT Kesmas II Marga, tim pengabmas langsung mendata jumlah rumah tangga yang belum memiliki jamban keluarga sehat. “Setidaknya ada 25 rumah yang belum punya jamban keluarga sehat di Banjar Lodalang,” kata Nengah Notes, dikonfirmasi di Denpasar, Selasa (29/6/2021).

Notes mengakui, 25 rumah tersebut memang memiliki toilet, namun permasalahannya ada pada sanitasi. Mereka tidak memiliki septik tank tapi menyalurkan tinja ke parit-parit setempat. Padahal, syarat jamban sehat antara lain, tidak mencemari sumber air minum, letak lubang penampung berjarak 10-15 meter dari sumber air minum, tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga maupun tikus.

Dalam rangka menyosialisasikan dan merangsang kesadaran membangun jamban sehat, tim pengabmas mengucurkan bantuan pengadaan jamban sehat untuk tujuh kepala keluarga (KK). “Kami berikan berupa uang tunai, yang selanjutnya dibelikan bahan membangun jamban sehat. Jumlahnya total Rp. 7.000.000,” imbuh dia.

Notes berharap, kegiatan yang bertajuk “Pendampingan Perbaikan Sanitasi Jamban Keluarga” itu mampu meningkatkan wawasan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Terlebih lagi memikirkan kesehatan masyarakat di hilir yang menggunakan air terkontaminasi tinja.

Ia juga menegaskan, masyarakat yang tinggal di daerah yang dilimpahi air agar tidak memandang selokan mau pun parit sebagai tempat pembuangan sampah dan tinja, melainkan harus dirawat sebagai sumber penunjang kehidupan, seperti mengairi sawah, mencuci bahkan untuk mandi jika airnya tidak dicemari.

I Ketut Sukayadnya, Kepala Lingkungan Dusun Lodalang menyambut baik pengabmas tersebut yang dirasa sangat bermanfaat bagi kesehatan warga dan lingkungannya. Ia mengakui, karena air terus mengalir di parit menyebabkan sejumlah warga enggan membuat septik tank.

“Semoga kegiatan ini berkelanjutan. Dan para dosen Poltekkes sering-sering datang memantau warga kami. Mewakili warga, saya mengucapkan terimakasih,” harapnya. (AIQ)