Pertamina Pastikan Stok BBM Jatimbalinus Aman di Tengah Gejolak Timur Tengah
Sebuah Kapal Pengangkut BBM sandar untuk Menyalurkan BBM.
Denpasar,diaribali.com – Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman dan terkendali. Perusahaan terus memantau perkembangan global yang berpotensi memengaruhi proses pendistribusian energi di dalam negeri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi stok BBM di wilayah Jatimbalinus saat ini berada pada level yang relatif aman.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mencapai sekitar 13 hari ke depan. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, pendistribusian BBM ke berbagai lembaga penyalur sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihaknya juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi gangguan dalam proses distribusi.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga.
“Upaya ini tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” kata Ahad.
Selain itu, dalam rangka menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan memulai Kick Off Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Jika menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di lembaga penyalur, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135.
Denpasar – Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat tetap aman dan terkendali. Perusahaan terus memantau perkembangan global yang berpotensi memengaruhi proses pendistribusian energi di dalam negeri.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi stok BBM di wilayah Jatimbalinus saat ini berada pada level yang relatif aman.
“Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM, khususnya di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, mencapai sekitar 13 hari ke depan. Ketersediaan ini terus diperkuat melalui pasokan rutin dan terjadwal sesuai perencanaan suplai dan distribusi yang telah ditetapkan,” ujar Ahad.
Ia menjelaskan, pendistribusian BBM ke berbagai lembaga penyalur sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pihaknya juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi gangguan dalam proses distribusi.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga menerapkan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok dan distribusi energi. Berbagai langkah mitigasi dilakukan untuk memastikan ketahanan pasokan tetap terjaga.
“Upaya ini tetap memprioritaskan keselamatan pekerja, keamanan aset, serta keberlangsungan operasional melalui pemantauan intensif dan penguatan manajemen risiko,” kata Ahad.
Selain itu, dalam rangka menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus akan memulai Kick Off Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret. Satgas ini dibentuk untuk memastikan kesiapan infrastruktur, suplai, serta layanan energi bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.
Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Jika menemukan pelanggaran atau ketidaknyamanan di lembaga penyalur, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135. (Art)