Pelatihan Mitigasi Kebakaran Perkuat Kesiapsiagaan Kampus Universitas Warmadewa

Civitas Akademika Universitas Warmadewa Melaksanakan Pelatihan Mitigasi Kebakaran, Jumat (31/7).

Civitas Akademika Universitas Warmadewa Melaksanakan Pelatihan Mitigasi Kebakaran, Jumat (31/7).

Denpasar,diaribali.com– Universitas Warmadewa (Unwar) memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana melalui pelatihan mitigasi kebakaran yang melibatkan 200 peserta. Kegiatan ini membekali sivitas akademika dengan keterampilan menghadapi situasi darurat, mulai dari pemadaman api, simulasi penyelamatan di ruang berasap, prosedur evakuasi, hingga tata cara menghubungi pemadam kebakaran, Jumat (31/7).

Ketua Panitia Putu Ika Wahyuni mengatakan pelatihan dirancang agar peserta memahami langkah-langkah penanganan kebakaran sejak dini. Materi yang diberikan mencakup praktik pemadaman api, simulasi kondisi darurat, evaluasi penanganan, prosedur pelaporan kepada Dinas Pemadam Kebakaran, serta pengenalan jalur akses kendaraan pemadam.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Warmadewa dan Yayasan Sri Kesari Warmadewa atas dukungan penuh sehingga pelatihan dapat terlaksana dengan baik.

Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus setelah mendeklarasikan diri sebagai Kampus Siaga Bencana.

Menurutnya, Unwar telah membentuk satuan tugas (satgas) yang disiapkan untuk merespons berbagai potensi bencana. Keberadaan Kampus Siaga Bencana juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam proses akreditasi perguruan tinggi.

“Kita tidak ingin bencana itu datang. Kita ingin Bali maupun Universitas Warmadewa selalu dalam keadaan baik-baik saja. Karena itu, satgas harus disiapkan dan pelatihan seperti ini harus dilakukan secara rutin,” ujar Rektor.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh sivitas akademika sehingga lingkungan kampus tetap aman dan mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.

Ketua Yayasan Shri Kesari Warmadewa, Prof. Dr. Drs. AA Oka Gede Wisnumurti, mengapresiasi langkah Universitas Warmadewa yang terus memperkuat program Kampus Siaga Bencana, termasuk melalui pelatihan mitigasi kebakaran.

Menurutnya, bencana dapat terjadi kapan saja tanpa dapat diprediksi. Karena itu, pemahaman terhadap prosedur komunikasi, tindakan awal, serta standar operasional penanganan bencana menjadi bekal penting untuk mencegah kepanikan saat keadaan darurat.

“Kegiatan ini sangat penting. Peserta harus mengikuti seluruh rangkaian pelatihan agar memahami SOP mitigasi dan mengetahui tindakan tercepat yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai edukasi menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran di lingkungan pendidikan.

Menurut Tirana, kebakaran di kampus dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kelalaian manusia, korsleting akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar, maupun penggunaan peralatan yang menghasilkan api tanpa pengawasan.

“Yang paling penting adalah jangan panik. Melalui pelatihan ini peserta diajarkan cara memadamkan api sejak dini, melakukan penyelamatan, serta memahami prosedur pelaporan kepada pemadam kebakaran. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin kecil potensi kebakaran berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya. (Art)