Pegadaian Kanwil VII Denpasar Gelar Khitanan Massal Gratis, Diikuti Ratusan Anak

Khitanan massal yang diselenggarakan PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar di Area Dompu, pada Minggu, 16 Juli 2023.


DOMPU, diaribali.com – Sebanyak 110 anak terdaftar untuk mengikuti acara khitanan massal yang diselenggarakan PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar di Area Dompu, pada Minggu, 16 Juli 2023.


Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial Pegadaian yang bekerja sama dengan FITUA Dompu. Acara ini dihadiri langsung oleh Pemimpin Wilayah VII Denpasar, Supriyanto didampingi Kepala Departemen Bisnis Support Kanwil VII Denpasar, I Wayan Darmayasa bersama Deputi Pegadaian Area Dompu Made Suwandana, serta para pemimpin cabang Pegadaian di Area Dompu. Turut hadir juga Wakapolres Dompu Kompol Abdi Mauluddin dan tim dokter dari Medical Pegadaian yang melakukan proses sunat.


Pemimpin Wilayah VII Denpasar, Supriyanto, menyampaikan bahwa khitanan massal merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial PT Pegadaian terhadap masyarakat khususnya di daerah dompu dan sekitarnya.
“Ini merupakan bagian dari program tahunan PT Pegadaian, dan pelaksanaannya berpindah-pindah lokasi setiap tahun. Tahun ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Dompu dengan harapan dapat membantu masyarakat,” ungkapnya.


Supriyanto juga menyebutkan bahwa 110 anak yang terdaftar sebagai peserta sunat massal, harus diverifikasi terlebih dahulu oleh tim dokter untuk memastikan kesiapan mereka untuk menjalani sunat.


Supriyanto dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang telah berkolaborasi dalam kegiatan sunat massal ini, dengan harapan kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar berharap bahwa kegiatan khitanan massal ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, baik dalam aspek sosial, kesehatan, maupun agama. Pegadaian juga berharap agar anak-anak yang menjalani sunat dapat pulih dengan cepat dan mengalami proses penyembuhan yang lancar.

“Semoga kolaborasi dengan FITUA Dompu dan tim dokter dapat terus berlanjut, dan kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain dan masyarakat umum untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial serupa, sehingga tercipta ikatan yang kuat antara perusahaan dan masyarakat serta kesadaran akan tanggung jawab sosial yang lebih luas,” pungkasnya.


Tim dokter, yang dipimpin oleh dr. Imam Khoirul Fajri sebagai leader teknis, menggunakan metode terbaru Clamp Sealer yang minim rasa nyeri dalam proses sunat massal tersebut. Metode ini adalah metode eksklusif yang tarif normalnya cukup mahal, tetapi dalam kegiatan di Pegadaian ini semua dilakukan secara gratis.

Para dokter yang berkompeten dalam bidangnya diundang dari Yogyakarta, Jakarta, Denpasar, Bima, dan Dompu. Tim dokter memberikan semangat kepada anak-anak dengan yel-yel “Semangat Pagi” sebelum proses sunat dilakukan.
Dalam proses sunat, anak-anak diperbolehkan untuk membaca hafalan Al-Qur’an, mendengarkan musik, atau menonton film anak-anak yang mereka sukai, tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian mereka. Setelah menjalani sunat, anak-anak dalam masa penyembuhan dilarang melakukan kegiatan Sepedaan, Smackdown, Salto, dan Sepak bola (4S) karena dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Lama penyembuhan bervariasi tergantung pada tingkat perlengketan yang dialami oleh anak.
Jika tidak ada perlengketan, proses penyembuhan dapat berlangsung antara 5-10 hari, tetapi jika ada perlengketan, proses penyembuhan dapat memakan waktu hingga 20 hari. Tim dokter akan mendampingi para orang tua hingga anak-anak yang disunat sembuh sepenuhnya, dan para orang tua disarankan untuk memberikan obat secara rutin kepada anak-anak untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri. Keseluruhan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, di mana anak-anak berusia sekitar 7 tahun dipanggil satu per satu untuk menjalani proses sunat sambil didampingi oleh orang tua mereka masing-masing.rl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *