LSPR Bali Nobatkan Jegeg Bagus Samarthya 2024, Berperan Edukasi Kesehatan Mental Masyarakat

Bagikan

DENPASAR, diaribali.com – London School of Public Relations (LSPR) Bali menggelar Mini-Fest: Mindful Day yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesehatan mental di kalangan masyarakat, bekerja sama dengan Jegeg Bagus Samarthya 2024.

Acara ini akan diadakan di Desa Sumerta Kelod dan dipimpin oleh Project Leader Nia Nandita sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat (community development) oleh Mahasiswa/i LSPR Bali.

Project Leader Mini-Fest: Mindful Day, Nia Nandita menjelaskan, acara ini dimulai dengan peresmian Ambassador Jegeg Bagus Samarthya 2024, yang merupakan sebuah penghargaan yang mengakui pemuda-pemudi Bali yang berprestasi dan berkontribusi dalam mempromosikan kesehatan mental di Desa Sumerta Kelod.

Para Ambassador ini nantinya, akan menjadi ikon yang menyebarkan pesan pentingnya menjaga kesehatan mental di berbagai lapisan masyarakat sepanjang tahun 2024.

LSPR Bali, kata Nia sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada komunikasi, hubungan masyarakat, dan manajemen, terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program dan acara.

“Dengan menggelar Mini-Fest: Mindful Day, LSPR Bali bersama Desa Sumerta Kelod berharap dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan sehat secara mental,” pungkasnya.

Dalam acara ini juga digelar Workshop Kesehatan Mental yang dipandu oleh para ahli dari DP3AP2KB Kota Denpasar.
“Workshop ini dirancang untuk memberikan wawasan mendalam serta teknik praktis dalam mengelola stres, kecemasan, dan meningkatkan kesejahteraan emosional. Peserta mendapatkan pengetahuan aplikatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan mental mereka,” ujar Nia didampingi Asisten Project Leader Sherafim, di LSPR Bali, Sabtu 29 Juni 2024.

Peserta akan menikmati berbagai aktivitas bermanfaat, termasuk menonton film Inside Out, sebuah film animasi yang menggambarkan perjalanan emosional seorang anak dan cara ia mengelola perasaannya. Film ini dipilih karena mampu menggambarkan kompleksitas emosi manusia dengan cara yang mudah dipahami oleh berbagai usia.

Setelah pemutaran film, akan ada sesi diskusi interaktif tentang kesehatan mental yang dipandu oleh para ahli kesehatan mental dan psikolog dari Pradnyagama. Diskusi ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang pentingnya memahami dan mengelola emosi. Selain itu, psikolog dari Pradnyagama juga akan menawarkan sesi konseling singkat untuk membantu peserta menyusun rencana kesehatan mental pribadi.

Selain itu, peserta akan diajak untuk menulis letter for future me, sebuah aktivitas reflektif di mana mereka menuliskan surat yang kemudian akan dikirim kembali kepada mereka di masa depan. Aktivitas ini dirancang untuk membantu peserta menyusun visi positif, menanamkan sikap optimis, dan menciptakan komitmen pribadi untuk menjaga kesehatan mental mereka.

Peserta juga akan membuat gelang positive affirmation yang dapat menjadi pengingat sehari-hari tentang pentingnya menjaga pikiran positif dan kesejahteraan mental.rl