Koster Targetkan Bali Kembali Tembus Lima Besar PON

IMG-20260516-WA0025

Denpasar,diaribali.com — Gubernur Bali, Wayan Koster, menargetkan kontingen Bali kembali menembus lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII di NTB-NTT. Target itu disampaikan saat pengukuhan dan pelantikan pengurus KONI Bali periode 2026–2030 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5).
Harapan tersebut disampaikan kepada kepengurusan baru KONI Bali di bawah pimpinan I Nyoman Giri Prasta. Koster menilai Bali memiliki modal prestasi yang kuat setelah sempat finis di peringkat kelima pada PON XX Papua, meski turun ke posisi ketujuh pada PON XXI Aceh–Medan.
“Saya berharap pada PON 2027 di NTB nanti Bali mampu kembali menduduki peringkat kelima, bahkan lebih tinggi dari itu,” kata Koster.
Menurut dia, target tersebut hanya bisa dicapai apabila pembinaan atlet dilakukan lebih terukur sejak dini. KONI Bali diminta mulai memetakan cabang olahraga potensial penyumbang medali sekaligus memastikan kebutuhan atlet terpenuhi, mulai dari fasilitas latihan hingga dukungan pendanaan.
Koster juga mengingatkan agar atlet tidak kehilangan motivasi akibat minim perhatian. Ia membuka peluang keterlibatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembinaan olahraga di Bali.
Selain itu, fasilitas olahraga seperti GOR Ngurah Rai di Denpasar diminta dimaksimalkan sebagai pusat latihan atlet. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pengurus KONI, pelatih, dan atlet agar pembinaan berjalan berkelanjutan.
Tak hanya mengejar prestasi di PON, Pemerintah Provinsi Bali juga mulai mengarahkan olahraga sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata. Koster mendorong Bali rutin menggelar event olahraga nasional maupun internasional sebagai langkah memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism.
Menurut dia, sport tourism tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mendukung langkah Bali mengembangkan sport tourism. Menurut dia, Bali memiliki daya tarik kuat karena mampu menggabungkan kualitas penyelenggaraan olahraga dengan citra pariwisata dunia.
“Para atlet tidak hanya memperoleh pengalaman olahraga yang berkualitas, tetapi juga menikmati keindahan Bali sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya.
Meski demikian, Marciano mengingatkan Bali agar terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, terutama pada aspek kualitas wasit dan jaminan keamanan atlet saat bertanding. Hal itu dinilai penting untuk membangun kepercayaan penyelenggaraan event olahraga internasional di Bali.
Sementara itu, Ketua KONI Bali periode 2026–2030, I Nyoman Giri Prasta, menyebut kepemimpinannya di KONI bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membawa olahraga Bali naik kelas.
Ia menilai Bali selama ini telah menunjukkan konsistensi prestasi sebagai daerah luar Jawa yang mampu bersaing di papan atas PON. Karena itu, KONI Bali akan fokus memperkuat pembinaan di 56 cabang olahraga yang berada di bawah naungan organisasi tersebut.
“Olahraga tidak hanya soal aktivitas fisik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan integritas generasi muda,” kata Giri Prasta.
Menurut dia, olahraga kini tidak lagi sekadar arena kompetisi prestasi, tetapi telah berkembang menjadi industri yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat promosi daerah di tingkat internasional. (Art)