Golkar Serap Aspirasi saat Serahkan Bantuan Korban Banjir Buleleng

Ketua DPD Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry di dampingi Ketua DPD Golkar Buleleng IGK Kresna Budi saat menyerahkan Bantuan kepada korban banjir Buleleng.

Buleleng, Diari Bali-
Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, demikian sekiranya peribahasa yang tepat yang dilakukan partai Golkar Bali saat menyerahkan bantuan sekaligus menyerap aspirasi warga, Kampung Anyar dan Kaliuntu, Singaraja kepada korban banjir Buleleng, Minggu (25/4) .

Pasca banjir yang terjadi di Buleleng, (8/4) lalu ternyata masih menyisakan kepedualian Partai Golkar untuk turun membantu dan meninjau langsung masyarakat yang terdampak dan melihat kondisi terkini di kelurahan tersebut.

Sasaran yang dituju tiada lain di Kelurahan Kampung Anyar dan Kelurahan Kaliuntu, Kota Singaraja melalui gerakan ‘Golkar Peduli dan Berbagi’ yang diserahkan langsung Ketua DPD Partai Golakr Bali Nyoman Sugawa Korry dan didampingi Ketua DPC Golkar Buleleng IGK Kresna Budi.

Menurut Kresna Budi, pemberian bantuan ini kerjasama antara DPD Golkar Provinsu dan Kabuparen Bulekeng, atas arahan bapak Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto agar kader golkar membantu dan berinteraksi dengan masyarakat melalui karya nyata.

Sementara Sugawa Korry menyampaikan disamping memberikan bantuan, kegiatan jni juga dibalut dengan menyerap aspirasi masyarakat yang menyatakan kurangnya pemeliharaharan saluran-saluran air di beberapa daerah di Kota Singaraja, menyebabkan banjir menjadi rutin terjadi.

Lebih jauh Sugawa Korry menangkao aspiradi masyarakat seempat, bahwasannya kantor Kelurahan di Kampung Anyar masih berstatus pinjam yaitu tanah banjar adat dan kondisinya kurang memadai.

Menyikapi hal tersebut, politisi senior partai berlambang beringin ini menugaskan pimpinan DPRD Buleleng dan Ketua Fraksi Golkar, untuk dikoordinasikan dengan komisi terkait untuk mengecek dilapangan untuk selanjutnya merekomendasikan kepada eksekutif agar memprioritaskan penanganannya.

Seperti diketahui, penyebab banjir yang terjadi akibat managemen sanitasi di Kota Singaraja yang belum ditangani dengan baik, khususnya di daerah kelurahan Kampung Anyar dan Kaliuntu, mengakibatkan daerah-daerah tersebut selalu menjadi langganan banjir. (Red)