Gangguan Interkoneksi Jawa–Bali, Listrik Bali Pulih Kurang Sejam

Petugas Unit Pelaksana Pengaturan Distribusi Bali sedang melakukan kordinasi saat proses penormalan.

Petugas Unit Pelaksana Pengaturan Distribusi Bali sedang melakukan kordinasi saat proses penormalan.

Denpasar,diaribali.com
Sistem kelistrikan Bali kembali normal dan stabil setelah gangguan pada transmisi interkoneksi Jawa–Bali, Minggu malam (22/2). PLN UID Bali menyebut pemulihan berlangsung cepat—kurang dari satu jam—berkat respons terkoordinasi dan kinerja sistem proteksi yang bekerja otomatis.
Gangguan terjadi pukul 19.39 WITA akibat cuaca ekstrem yang memengaruhi jalur interkoneksi. Dalam situasi itu, sistem proteksi bertindak sebagai pengaman berlapis: mendeteksi anomali, lalu melepaskan sebagian beban untuk mencegah kerusakan yang lebih luas. Mekanisme ini serupa MCB di rumah, tetapi pada skala sistem besar.
Mengacu siaran pers PLN UIT JBM, pelepasan sebagian beban dilakukan sesuai prosedur pengamanan. Seluruh sistem kemudian dinormalkan bertahap hingga pukul 20.36 WITA.
Pemetaan dampak menunjukkan sejumlah kabupaten/kota terdampak, dengan konsentrasi terbesar di Badung dan Karangasem. Di wilayah lain, gangguan bersifat penyulang—terbatas pada satu jalur distribusi—sehingga pemadaman tidak meluas dan area pada jalur lain tetap menyala. Fakta ini penting dicatat untuk meredam persepsi “padam total” yang kerap beredar saat gangguan terjadi.
Begitu gangguan terdeteksi, operator dan tim pemeliharaan melakukan manuver sistem untuk menjaga stabilitas tegangan dan mempercepat pemulihan. Koordinasi lintas unit dilakukan simultan agar penormalan aman dan terkendali.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi penentu. “Sejak awal gangguan terdeteksi, seluruh tim bergerak cepat. Pada pukul 20.36 WITA, sistem kelistrikan Bali kembali normal 100 persen,” ujarnya.
PLN juga membantah kabar pemadaman bergilir selama sepekan di Bali. PT PLN (Persero) menegaskan tidak ada dan tidak merencanakan pemadaman bergilir. Daya mampu sistem saat ini dinilai mencukupi kebutuhan pelanggan.
Meski pemulihan berlangsung singkat, peristiwa ini menjadi catatan penting. Ketergantungan pada interkoneksi menuntut ketahanan ekstra menghadapi cuaca ekstrem—mulai dari penguatan jaringan, kesiapan proteksi, hingga komunikasi publik yang cepat dan akurat agar informasi keliru tidak menambah kepanikan.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pelanggan dan mengimbau masyarakat mengakses informasi resmi melalui kanal PLN, termasuk aplikasi PLN Mobile dan Contact Center 123. Keandalan pasokan listrik, terutama bagi aktivitas masyarakat dan pariwisata Bali, ditegaskan tetap menjadi prioritas. (Art)