DPRD Badung Dukung Karya Agung Kampial-Bualu
Mangupura,diaribali com —
Pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna, dan Tawur Walik Sumpah Utama di Pura Penataran Desa Adat Kampial dan Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, menjadi momentum memperkuat sraddha dan bhakti umat Hindu sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali.
Rangkaian upacara tersebut berlangsung pada Minggu (25/10/2026). Ketua DPRD Kabupaten Badung, yang diwakili I Wayan Loka Astika, hadir bersama sejumlah anggota DPRD Badung untuk menyaksikan pelaksanaan karya yang melibatkan krama kedua desa adat tersebut.
Turut hadir anggota DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana, I Nyoman Karyana, I Made Retha, dan I Made Sumerta, serta anggota DPD RI perwakilan Bali, anggota DPRD Provinsi Bali, dan undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan hibah secara simbolis sebesar Rp 1,5 miliar. Bantuan yang diserahkan melalui perwakilan Bupati Badung tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan, pelestarian budaya, dan penguatan kehidupan spiritual masyarakat.
Karya Mamungkah dan Ngenteg Linggih merupakan bagian penting dalam rangkaian penyucian serta penataan kembali fungsi sakral pura. Sementara itu, Mapadudusan Agung dan rangkaian upacara lainnya menjadi wujud yadnya umat untuk menjaga kesucian tempat suci sekaligus meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Pelaksanaan karya ini tidak hanya bertumpu pada rangkaian ritual, tetapi juga mencerminkan keterlibatan kolektif masyarakat dalam menjaga warisan leluhur. Prajuru adat, panitia karya, dan krama Desa Adat Kampial serta Desa Adat Bualu bergotong royong mempersiapkan dan menyukseskan seluruh tahapan upacara.
Di tengah perubahan kehidupan masyarakat, keterlibatan krama dalam karya adat dan keagamaan menjadi ruang untuk merawat nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan keharmonisan sosial. Tradisi tersebut sekaligus menjadi sarana meneruskan pengetahuan serta nilai-nilai spiritual Bali kepada generasi berikutnya.
Dukungan pemerintah melalui hibah diharapkan membantu kelancaran pelaksanaan karya sekaligus memperkuat keberlanjutan kehidupan adat dan budaya. Namun, esensi karya tidak semata terletak pada besarnya dukungan dana, melainkan pada terjaganya kesucian pura, ketulusan yadnya, dan kebersamaan masyarakat dalam mempertahankan warisan spiritual Bali. (Kan)