Buku Filsafat Seni yang Dibedah di Unhi Bakal Diedarkan ke Penjuru Dunia

Foto bersama Direktur Pascasarjana Unhi dengan nara sumber dan perwakilan undangan disela kegiatan , Sabtu (27/11)
Bagikan

DENPASAR-DiariBali
Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar ‘launching’ dan diskusi buku Filsafat Seni sekaligus menggelar pameran lukisan yang mengangkat tema Lango Winalian Ing Urip (Mengembalikan Seni pada Hidup). Acara berlangsung secara online dan offline bertempat di Gedung Pascasarjana Unhi, pada Sabtu (27/11).


Direktur Pascasarjana Unhi Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si menjelaskan, buku Filsafat Seni karya Ananda Coomaraswamy merupakan buku yang merangkum tiga hal penting dalam Hindualisme, seperti; Satyam yang berarti kebenaran, Siwam berarti kebaikan dan Sundaram berarti Seni.


“Bagaimana seorang seniman harus mampu menggali ide-ide seni yang kreatif. Tidak hanya seniman tetapi juga para kritikus bahwa kita tidak hanya berpindah kepala tentang seni barat,” jelas Suka Yasa di sela kegiatan.
Lebih lanjut, guru besar yang dikenal dengan gagasannya mempelajari ilmu ‘Liak’ ini menjelaskan, seni timur biasanya bersifat menghibur, mengajar dan mengimbau. Ada keterkaitan antara komponen ajaran agama Hindu, karena agama Hindu mengajarkan seni untuk ibadah.


Buku Filsafat Seni tersebut, lanjut dia, akan disebarluaskan tidak hanya di Indonesia, namun juga ke berbagai belahan dunia. Mengingat berdirinya Unhi sebagai Hindu Center Indonesia. Dengan demikian kalangan seniman dan pendidik khususnya di Bali agar terus bergairah dan berinovasi dan tidak mandek. “Kita kan Hindu Center Indonesia, jadi tiga aspek kita gali, analisis dan tranformasikan disebelarluaskan sejauh mungkin,” ujar dia.


Suka Yasa berharap, dengan adanya buku Filsafat Seni mampu memberi imajinasi kepada para seniman, karena untuk merangsang imajinasi kesenian harus banyak membaca terutama hal-hal yang berkaitan dengan teori seni.
“Seniman itu kan itu tidak berangkat dari otak kosong untuk merangsang imajinasi berkesenian, kan harus banyak membaca,” tutupnya. Kegiatan itu menghadirkan nara sumber, Dr. Jean Couteau, nara sumber, I Gede Jaya Kusuma, S. S., MA, dan Dr. L. G. Saraswati Putri hadir secara online. Zor