636 Desa Ditarget Kelola Sampah Berbasis Sumber

Gubernur Bali Wayan Koster meninjau pengelolaan sampah di Toss Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster kembali mengingatkan seluruh stakeholder di Pulau Bali untuk melakukan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber agar tujuan menyelesaikan sampah dari hulu sampai hilir bisa tuntas.


Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster saat meninjau pengelolaan sampah di Toss Center, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung di sela-sela Peringatan Hari Pangan se-Dunia Tingkat Daerah Provinsi Bali Ke-41 Tahun 2021 beberapa waktu lalu.


Dalam peninjauan tersebut, Koster secara khusus meminta Bupati Klungkung untuk betul-betul menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber dengan konsep Toss-nya dengan baik.
Gubernur berharap pada 2022, sebanyak 636 Desa di Bali sudah bisa menjalankan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Harapan tersebut disampaikan supaya pengelolaan sampah selesai di Desa, tanpa mengotori Desa lain, yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.


“Visi ini adalah untuk menjaga lingkungan alam yang bersih, hijau, dan, indah serta berkualitas dengan mengembangkan tatanan kehidupan Krama Bali berdasarkan nilai-nilai filsafat Sad Kerthi yaitu Atma Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Segara Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi,” ujar Koster.
Untuk mempercepat pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis sumber di desa, Koster menegaskan, sekarang sudah ada Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera yang terdiri dari pegawai ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemprov Bali yang memiliki tugas sebagai mediator dan fasilitator.


Serta mensosialisasikan, mengedukasi, mendampingi, memberdayakan, dan bekerja sama dengan para pihak guna mempercepat pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali di Desa/Kelurahan dan Desa Adat, khususnya program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat.
Keseriusan Koster mewujudkan Desa di Bali memiliki pengelolaan sampah berbasis sumber, karena saat ini Bali dalam keadaan darurat sampah. Sehingga program ini sudah sangat mendesak diterapkan di wilayah desa/kelurahan dan desa adat.TUM