42 Tahun LLDikti VIII, Momentum Lahirkan Generasi Unggul

Perayaan HUT ke 42 LLDikti VIII, Rabu (21/2/2024)
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLLDikti) Wilayah VIII Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB), merayakan puncak hari jadi ke 42 tahun, bertempat di Kantor LLDikti VIII, Denpasar, Rabu (21/2). Rektor Universitas Ngurah Rai (UNR) Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widandi, MM., M.Hum., dipercaya sebagai Ketua Panitia HUT tahun ini.

Puncak HUT dirayakan dengan upacara bendera, penyerahaan hadiah kepada pemenang pada lomba-lomba rangkaian HUT, potong tumpeng, hingga acara hiburan.

Ketua panitia, Tirka Widanti, dikonfirmasi usai upacara, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Ngurah Rai sebagai panitia event yang mengkoordinir 104 perguruan tinggi swasta (PTS) se-Bali dan NTB tersebut.

Tirka merasa tidak ada hambatan apapun karena seluruh PTS wilayah VIII sangat kompak, solid dan penuh kekeluargaan. Bahkan seluruh biaya rangkaian HUT berasal dari pastisipasi masing-masing PTS.

“Saya rasa kekompakan, toleransi dan kekeluargaan ini tidak bisa diganggu oleh hal apapun, selamanya,” tegas Tirka, seraya mengatakan tema HUT ke-42 yakni, “Melaju Bersama Menyongsong Generasi Unggul ”.

Untuk memupuk solidaritas, pihaknya telah menggelar beragam kompetisi, seperti badminton, tenis meja, e-sport mobile legend. Sedangkan jenis lomba hiburan seperti, memasukkan paku dalam botol, balap kelereng dan ‘nyuun keben’ yang sukses memancing gelak tawa.

Pihaknya pun tak lupa meminta maaf kepada Kepala Lembaga LLLDikti VIII, seluruh piminan PTS Bali-NTB dan semua pihak atas kekurangan selama pihaknya menjadi panitia tahun ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDikti VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU, ASEAN. Eng., APEC., Eng., menjelaskan, di usia ke 42 tahun ini, menjadi momentum seluruh PTS di Bali-NTB untuk melahirkan generasi-generasi unggul menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

Permendikbud No 53 tahun 2023, menurutnya, meyakinkan kembali penjaminan mutu dan akreditasi perguruan tinggi melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM. Ia menilai MBKM salah satu cara ampuh melahirkan manusia unggul.

“Saat ini masyarakat menunggu bagaimana kinerja perguruan tinggi dengan dunia industri. Kualitas dan relevansi menjadi kunci. Ke depan, tidak lagi melihat ijazah tapi sekali lagi kompetensi,” jelas Eratodi.

Demikian pula soal status perguruan tinggi atau swasta akan menjadi hal nomor dua. Sebab, yang dilihat adalah akreditasi program studi dan institusinya.

Ia melanjutkan, PTS di Bali-NTB sangat sehat. Akhir Maret 2024 mendatang, LLDikti VIII menarget seluruh PTS terakreditasi institusi, sehingga LLDikti VIII menjadi pionir dibandingkan LLDikti lainnya di tanah air.

Meski demikian, LLDikti VIII masih memiliki tantangan soal kekurangan jumlah guru besar atau profesor. Saat ini terdata 0,9 persen dosen dengan jabatan guru besar.

Padahal untuk mencapai kategori unggul membutuhkan 2 persen dosen dengan jabatan fungsional guru besar. Sedangkan untuk dosen lektor kepala, pihaknya sudah melampaui target di atas 5 persen. Untuk itu ia memotivasi semua dosen yang sudah memenuhi syarat agar segera berproses ke guru besar.

Terkait merger, Eratodi, membeberkan tahun ini ada tiga pasang perguruan tinggi yang akan dimerger sesuai aturan pemerintah. “Kemungkinan ada tiga pasang perguruan tinggi swasta yang akan dimerger atau digabungkan, karena berbagai persoalan, misalnya jumlah mahasiswanya sedikit dan yang lain,” kata dia. Zor