Warmadewa Dongkrak Daya Saing UMKM Keripik Belut Lewat Inovasi Minyak Jelantah

Proses Pembuatan Keripik Belut UD Indra Dwi Ananda di Jalan Gandamayu, Banjar Culag Calig, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung.

Proses Pembuatan Keripik Belut UD Indra Dwi Ananda di Jalan Gandamayu, Banjar Culag Calig, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung.

Badung,diaribali.com – Universitas Warmadewa mendorong peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan terhadap produsen keripik belut UD Indra Dwi Ananda di Jalan Gandamayu, Banjar Culag Calig, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Program ini menggabungkan pendekatan kesehatan pangan dan penguatan manajemen usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Warmadewa. Program dipimpin Ni Luh Putu Eka Kartika Sari, S.Si., M.Biomed, bersama anggota Gede Sanjaya Adi Putra, S.E., M.A.P., dan Putu Nia Calista Santoso, B.Sc., M.Biomed.

Pendampingan difokuskan pada peningkatan kualitas keripik belut yang dinilai memiliki potensi pasar karena kandungan protein, asam lemak, dan mikronutriennya. Tim memberikan edukasi mengenai pemilihan bahan baku, teknik penggorengan yang tepat, hingga pengelolaan penggunaan minyak goreng agar kualitas produk tetap terjaga.

Aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama. Pelaku UMKM dibekali pengetahuan mengenai batas aman penggunaan minyak goreng, ciri-ciri minyak yang sudah tidak layak pakai, serta risiko kesehatan akibat penggunaan minyak secara berulang. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk olahan yang dihasilkan.

Tak hanya meningkatkan kualitas produksi, tim pengabdian juga memperkenalkan inovasi pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Inovasi tersebut membuka peluang lahirnya lini usaha baru yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus mengurangi limbah minyak bekas.

Diversifikasi produk ini dinilai mampu menambah sumber pendapatan pelaku usaha tanpa membutuhkan teknologi yang rumit. Dengan proses produksi yang sederhana, minyak jelantah yang sebelumnya menjadi limbah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Dalam praktik produksi, tim juga mengenalkan penggunaan peralatan memasak yang minim plastik. Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko kontaminasi bahan kimia selama proses pengolahan makanan sekaligus mendukung penerapan produksi yang lebih ramah lingkungan.

Pendampingan dilakukan secara partisipatif melalui edukasi dan praktik langsung bersama pelaku usaha. Kolaborasi keilmuan kesehatan dan manajemen bisnis diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu produk, tetapi juga memperkuat tata kelola usaha sehingga UMKM lebih siap bersaing di pasar.

Melalui program ini, UD Indra Dwi Ananda diharapkan mampu memperkuat daya saing keripik belut dari sisi kualitas gizi, keamanan pangan, hingga inovasi produk. Pendekatan tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa pemberdayaan UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan. (Art)