Yudisium Hybrid FEB UNR Diikuti 226 Lulusan

Yudisium Hybrid, FEB UNR Lepas 226 Lulusan
Bagikan

DENPASAR-DiariBali

Di tengah Pandemi Covid-19, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ngurah Rai (UNR) tetap melaksanakan kegiatan akademik berupa yudisium secara hybrid, perpaduan daring dan luring dengan protokol kesehatan ketat, Sabtu (25/9/2021). Hanya perwakilan calon wisudawan/i terbaik yang diizinkan mengikuti prosesi secara langsung.

Dekan FEB UNR Dr. Ade Maharini Adiandari, S.Sos., MM., menjelaskan, dengan dilepasnya 226 orang tersebut, jumlah alumnus FEB UNR menjadi 2.372 orang yang telah tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. Mereka, kata Ade Maharini, telah berkontribusi untuk pembangunan bangsa di bidangnya masing-masing, dan yang paling penting, sebagian besar alumnus tercatat sebagai wirausaha mandiri.

Lanjut Ade Maharini, tema yang diusung dalam yudisium tahun 2021 ini yakni “Membangun Generasi Muda yang Inovatif dan Berjiwa Wirausaha untuk Bali Kembali”. Menurutnya, tema ini sangat relevan dengan situasi kekinian dengan maksud memberikan motivasi kepada calon wisudawan agar selalu aktif, kreatif dan semangat dalam menghadapi segala tantangan, terutama mendukung program pemerintah memulihkan perekonomian Bali pasca-digulung pandemi.

Ade Maharini mengaku, pihaknya tidak pernah lelah meningkatkan mutu layanan, pembelajaran, dosen serta mutu lulusan demi hasil maksimal. “Salah satu yang kami wujudkan adalah membangun kerja sama taraf internasional dengan perguruan tinggi jajaran TTop 100 QS World Class University Rangkings, pihak industri, lembaga penelitian dan pemerintah,” kata Ade Maharini, semabri menyebut pihaknya juga sukses menggelar konferensi internasional.

Menariknya lagi, Program Studi (Prodi) Manajemen FEB UNR memperoleh Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) sebesar 1.216.680.000/tahun selama tiga tahun berturut-turut atau skema multi years. Capaian ini sangat prestisuis mengingat hanya 142 perguruan tinggi yang berhasil “merebut” Hibak PKKM dari 4000 lebih perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia.

Lebih lanjut, Ade Maharini meyakini, para lulusannya pasti terserap dunia kerja dan industri meski sebagian besar perusahaan belum membuka lowongan pekerjaan akibat pandemi. Keyakinananya itu didasarkan atas fakta bahwa mahasiswanya sebagian besar telah memiliki pekerjaan sambil kuliah. Jiwa kewirausahaan mereka juga telah terbentuk di dalam incubator bisnis (inbis) yang digencarkan di Kampus Perjuangan. “Akhir kata saya ucapkan selamat kepada calon wisudawan. Tetaplah optimis, dan jangan lupakan almamater,” harap dia.

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., mengaku bangga pada FEB karena selalu bisa menunjukkan hal-hal spesial. FEB dengan Prodi Manajemennya dari tahun ke tahun menjadi favorit calon mahasiswa baru. “Pokoknya selalu ada yang spesial kalau berbicara fakultas ekonomi dan bisnis,” kata Rektor Tirka.

Terlepas dari segala capaian prestasi, Tirka menyebut FEB mulai terstigma menjadi fakultasnya kaum milenial. Hal ini disebabkan meningkatnya mahasiswa baru dari kalangan “fresh graduate”. Ia pun merasa tertantang untuk merancang prodi-prodi baru agar FEB UNR lebih variatif dalam menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan industri yang sangat dinamis di era revolusi industri 4.0.

Rektor perempuan pertama di “Kampus Perjuangan” ini punya pandangan berbeda tentang Pandemi Covid-19. Sebagai pimpinan yang berpikir positif, ia menyebut, pandemi justru memberikan sejumlah hikmah, khususnya di bidang perguruan tinggi. “Misalnya dengan adanya pandemi, kita dipaksa menguasai menggunakan teknologi informasi dan tertantang berinovasi. Jadi saya rasa tidak ada istilah menyerah. Itulah pesan saya kepada semua lulusan,” kata Tirka memungkasi. (BAQ)