SIMPATI Boleh Bawa Sisa Kuota, Telkomsel Ubah Aturan Main Paket Data

IMG-20260203-WA0147
Kartu Simpati dari Telkomsel.

Denpasar,diarbali.com —
Telkomsel melalui merek prabayar SIMPATI meluncurkan fitur Akumulasi Kuota, skema yang memungkinkan sisa kuota internet dibawa ke bulan berikutnya. Langkah ini menandai perubahan penting dalam strategi paket data operator seluler, di tengah sorotan publik soal kuota hangus yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan pelanggan.
Fitur ini memberi ruang lebih adil bagi konsumen dalam mengelola pemakaian internet. Sisa kuota utama tidak lagi otomatis hilang ketika masa aktif berakhir, asalkan pelanggan memperpanjang paket sebelum jatuh tempo. Bagi pasar seluler yang kian matang dan sensitif harga, kebijakan ini menjadi sinyal penyesuaian industri terhadap tuntutan efisiensi dan transparansi.
VP SIMPATI Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, menyebut fitur ini sebagai respons atas suara pelanggan. Telkomsel, kata dia, kini memberi dua pilihan yang jelas: paket dengan akumulasi kuota bagi pelanggan yang ingin nilai pakainya maksimal, atau paket non-akumulasi bagi segmen yang mengejar harga paling murah. “Ini soal relevansi dan pilihan,” ujarnya.
Seluruh paket bulanan SIMPATI #TerbaikUntukmu—mulai dari 3 GB hingga 13 GB—sudah mendukung akumulasi kuota, lengkap dengan masa aktif 30 hari dan pilihan manfaat digital, dari hiburan hingga edukasi. Namun, Telkomsel tetap mempertahankan paket lain seperti Super Seru, Internet Sakti, dan Combo Sakti tanpa fitur akumulasi, sebagai pembeda harga dan segmen pasar.
Di sisi lain, Telkomsel juga mengandalkan Paket Serbu, paket harian non-akumulasi yang diposisikan sangat terjangkau. Skema ini memperlihatkan pendekatan berlapis: akumulasi kuota ditawarkan sebagai nilai tambah, bukan standar, sehingga konsumen tetap “membayar” fleksibilitas melalui pilihan paket tertentu.
Secara mekanisme, akumulasi kuota diklaim sederhana dan transparan: tidak ada batas maksimum akumulasi, tidak ada masa kedaluwarsa, dan kuota lama bercampur dengan kuota baru tanpa pembedaan. Klaim ini, jika konsisten dijalankan, berpotensi menekan praktik kuota hangus yang selama ini dinilai merugikan pelanggan.
Langkah SIMPATI ini bisa dibaca sebagai upaya Telkomsel menjaga loyalitas di tengah persaingan ketat dan regulasi yang kian menuntut perlindungan konsumen. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah kuota bisa dibawa, melainkan apakah model ini akan menjadi standar baru industri—atau tetap sekadar fitur premium dengan harga tersendiri. (Art)