Pesantren Digital 2025: XL Smart Perkuat Literasi AI Santri di Bali

Denpasar, diaribali —
XL Smart kembali menggelar program Pesantren Digital 2025 sebagai upaya meningkatkan literasi digital di lingkungan pendidikan pesantren. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, di MTs Al Muhajirin Denpasar, Jalan Taman Pancing, Pemogan, Denpasar.
Corporate Communication and CSR XL Smart, Astri Merdiana, menjelaskan bahwa pemilihan Denpasar Selatan sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis. Salah satunya karena wilayah ini merupakan target perluasan sosialisasi jaringan XL 5G dan Smartfren.
“Dulu area XL dan Smartfren terpisah. Sekarang, dengan penggunaan tower yang sama, di mana ada jaringan XL, di situ juga ada Smartfren, begitu pun sebaliknya,” ujar Astri saat memaparkan program.
Selain pertimbangan jaringan, Astri menyebut MTs Al Muhajirin memiliki nilai historis dan sosial yang kuat. Sekolah ini berada di kawasan yang dikenal sebagai Kampung Islam, yang menjadi pusat perkembangan ajaran Islam di Bali.
“MTs Al Muhajirin merupakan MTs swasta tertua di Bali. Bahkan masjid yang berada di lingkungan sekolah ini telah berdiri sejak tahun 1826. Pengembangan masyarakat Islam di Bali sangat kental di kawasan ini,” jelasnya.
Dalam kegiatan Pesantren Digital 2025, XL Smart memberikan literasi digital dengan fokus utama pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi santri dan siswa madrasah. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan AI untuk dakwah digital, mendukung kegiatan belajar, serta membantu santri yang memiliki usaha dalam membuat konten media sosial.
“Anak-anak diajarkan bagaimana memanfaatkan AI dengan benar. Kuncinya ada pada penyusunan prompt atau kata kunci yang tepat agar informasi yang dihasilkan sesuai kebutuhan,” kata Astri.
Selain itu, para peserta juga diperkenalkan dengan berbagai platform AI yang populer dan viral, lengkap dengan keunikan serta kegunaan masing-masing.
Untuk memperkuat materi, XL Smart menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman di dunia digital, salah satunya Laila, Founder Sini Ngaji, yang memiliki lebih dari 100 ribu pengikut di media sosial.
“Ia sudah terbiasa membuat konten dakwah digital dan memahami trik membuat prompt yang baik agar konten lebih aktif dan menarik,” ujar Astri.
Program Pesantren Digital 2025 di Denpasar merupakan kota keenam dalam rangkaian kegiatan serupa. Sebelumnya, XL Smart telah menggelar program ini di Lombok, Aceh, Padang, Pasuruan, dan Demak, Jawa Tengah. Bali menjadi penutup rangkaian kegiatan tahun 2025.
Astri menambahkan, program literasi digital di pesantren telah dijalankan sejak tahun 2023 dan akan terus berlanjut.
“Insyaallah, program ini akan kami lanjutkan kembali pada tahun 2026,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, XL Smart berharap kapasitas literasi digital santri dapat meningkat dan digunakan secara positif.
“Harapannya, santri tidak dikendalikan oleh AI, tetapi justru mampu memanfaatkan AI untuk kebaikan, khususnya dalam dunia pendidikan dan dakwah,” pungkas Astri. (Kan)