Perceraian Meningkat, Bakumham Gelar Pelatihan Paralegal Milenial

Pelatihan Paralegal yang diselenggarakan Bakumham Golkar Bali yang diketuai IDP. Sri Wigunawati.
Bagikan

DENPASAR- DiariBali
Partai Golkar Bali terus melakukan langkah nyata di tengah masyarakat. Di tengah pandemi ini kasus hukum, hingga angka perceraian meningkat.
Menjawab hal tersebut Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) menggelar pelatihan Paralegal Milenial untuk membantu memediasi permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dari hari ini Jumat 22- 24 Oktober 2021. Acara ini dibuka secara langsung oleh Ketua Bakumham Golkar Bali IDP. Sri Wigunawati, yang berlangsung di kantor DPD Golkar Bali,

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPD Golkar Bali I Made Dauh Widjana, Wakil Ketua I Dewa Made Suamba Negara, dan Bakumham Golkar kabupaten/kota se-Bali.

Sri Wigunawati mengungkapkan, selama pandemi ini persoalan yang terjadi di masyarakat meningkat. Seperti kasus yang terjadi di Bali dalam masa pandemi ini di antaranya; masyarakat yang menyangkut kekerasan dalam rumah tangga, meningkatnya kasus perceraian, hingga kasus adat.

Kata Sri Wigunawati, permasalahan tersebut jika tidak sesegera mungkin ditangani maka akan menjadi bola salju yang makin lama akan makin membesar.

Melalalui kegiatan ini, nantinya peran Paralegal inilah yang nantinya diharapkan mampu menjadi mediator dalam menangani permasalahan- permasalahan yang terjadi yang ditangani secara persuasif agar tidak sampai berlanjut ke meja hijau.

“Kalau bisa diselesaikan dengan non litigasi merupakan jalan yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di bawah. Tetapi, jika jalur mediasi ini tidak berhasil, Bakumham Golkar Bali akan memfasilitasi dengan menerjunkan Advokat senior untuk memecahkan permasalahan yang dijembatani paralegal dengan sinergitas yang cukup bagus dengan jemput bola,” terangnya.

Untuk memberikan kontribusi di tingkat daerah hingga masyarakat pelosok, Golkar Bali akan memberi pelatihan di masing-masing kabupaten/kota sesuai perintah DPD Golkat Bali. Semoga dengan adanya Paralegal hingga tingkat kabupaten/kota mampu menyelesaikan permasalahan hingga di pelosok.

Lebih jauh Sri Wigunawati menegaskan, paralegal memiliki peran hanya ditingkat mediasi. Jika berlanjut hingga ke meja hijau maka akan di selesaikan oleh Bakumham Golkar.

“Setelah pelatihan dasar ini selesai, nanti juga akan ada pelatihan lanjutan. Dan setelah ini selesai maka peserta akan diberikan sertifikat berupa paralegal mediator,” sambungnya.

Kunci penting, lanjut Sri Wigunawati, paralegal harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik atau komunikatif mampu menyerap apa yang terjadi di lapangan, dan kuncinya adalah kemampuan komunikasi,” imbuhnya menambahkan.

Pendidikan hukum adat, masih kata Sri Wigunawati, juga akan diberikan kepada peserta pelatihan Paralegal kali ini. Bakumham juga mengundang Majelis Desa Adat (MDA) dalam memberikan pemahaman penting terkait hukum adat. Sehingga mereka mampu melakukan penelitian kerja dalam menghadapi kasus-kasus adat yang terjadi di lapangan manti.

Dalam kesempatan yang sama Made Dauh Widjana menambahkan, ke depan Paralegal ini juga akan menjanjikan ketika dia mampu memiliki kemampuan dan mengidentifikasi permasalahan di sekitarnya.

Karenanya, Paralegal ini juga membantu program pemerintah dalam penyelesaian permasalahan secara gratis. Jadi, program Bakumham ini sangat bagus di tengah pandemi ini.

Pria asal Pejengaji, Tegalalang, Gianyar ini menambahkan, bahwa peran Paralegal ini merupakan ujung tombak dalam penyelesaian permasalahan yang ada di pelosok Desa atau daerah terpencil.

“Kita akan dorong dan intensifkan kegiatan seperti ini dilakukan hingga ke tingkat desa, karena perannya sangat penting. Sehingga masyarakat di desa, kaya atau miskin memperoleh pelayanan hukum yang maksimal dalam rangka memperjuangkan hak-haknya,” pungkasnya.

Sementara salah seorang peserta Paralegal, Kadek Krisna Mahaputra mengaku sangat mendukung program ini karena memberikan kesempatan dan memberi wawasan hukum dasar dalam menghadapi permasalahan di lapangan.

“Tujuan saya ingin belajar dan mendapat ilmu dari Bakumham Golkar. Ilmu ini sangat penting dan bermanfaat,” tegas pria asal Buleleng ini singkat. (Tim)