Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Badung, DPD RI Serap Aspirasi

d1

DENPASAR,diaribali.com-Kepedulian akan pariwisata Bali pascapandemi Covi-19, khususnya di Kabupaten Badung, ditunjukkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dengan menyelenggarakan Focuss Group Disscustion (FGF) menghadirkan stakeholder, akademisi, mahasiswa serta praktisi pariwisata guna menyerap masukan-masukan yang akan disampaikan kepada pemerintah, Jumat (2/9) di kantor DPD RI Perwakilan Bali.

FGD dibuka Wakil Ketua DPD RI Mahyudin sekaligus menjadi “keynot speaker”. Menurut Mahyudin, kunjungan kerja ke Pulau Dewata kali ini berkaitan dengan pengembangan alternatif lain yang mendongkrak sektor pariwisata Bali.

Mahyudin menginginkan ada sekuntuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi Bali pasca pandemi.

Ditambahkan, seperti diketahui, Bali mengalami kontraksi sampai 16 persen sehingga mengakibatkan ekonominya turun. Sehingga pengalaman ini mengajarkan untuk menyiapkan alternatif-alternatif lainnya agar tidak bertumpu pada satu sektor saja. Pasalnya pandemi ini belum tentu hanya terjadi sekali saja. Tidak tahu nanti ada wabah-wabah lainnya terjadi. Sehingga mampu bertahan dan perekonomian tidak begitu merosot.
“Mungkin bisa saja terjadi hal-hal lain, seperti sekarang bisa terjadi cacar monyet dan lain sebagainya,” tegasnya.

Dari pengalaman ini, Mahyudin mengandaikan, ini pelajaran bagi Bali. Bali memiliki kapal besar yang namanya pariwisata yang sudah tidak diragukan lagi, bahkan dunia mengakui itu. Tetapi kapal besar itu harus mempunyai sekoci-sekoci kecil sebagai cadangan, seandainya sedikit karam, masyarakat masih tetap bisa bertahan.

“Pengalaman kami selama covid itu justru UMKM yang kuat bertahan. Sehingga kita juga mendorong upaya-upaya penguatan UMKM di Bali agar kalau industri pariwisata sedikit down ekonomi masyarakat tetap bisa bertahan,” terangnya.

BACA JUGA:  Yunita Oktarini Sasar Lansia, Difabel, hingga Masyarakat Miskin Peringati Hari Ibu

Pihaknya yakin, Pemerintah sudah melakukan upaya-upaya bagi para pelaku pariwisata maupun UMKM dengan memberikan insentif-insentif agar para pelaku pariwisata maupun UMKM bisa tetap bertahan.

“Tadi ada masukan dari Pak Agung.(AA Gde Agung red) misalnya banyak hotel yang harus tutup dan berat untuk bangkit kembali. Ini menjadi masukan bagi DPD kepada pemerintah, misalnya membantu insentif bunga bank, atau memberikan pinjaman lunak agar hotel-hotel yang sudah down ini bisa segera bangkit kembali dan pariwasata di Bali mulai tumbuh.

Lebih jauh Mahyudin mengungkapkan, dari diskusi ini dapat difentariskan masalah naik masukan dari akademisi, masyarakat, mahasiswa, maupun rakyat langsung. Apa langkah-langkah terbaik selain yang sudah diambil pemerintah tentunya untuk lebih ditjngkatkan lagi dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi masyarakat Bali.

Bupati Badung yang diwakili Asisten I Nyoman Sujendra membacakan sambutan Bupati mengucapkan terima kasih kepada Wakil DPD RI telah melaksanakan FGD yang bertajuk upaya-upaya dalam percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung dengan melaksanakan berbagi langkah-langkah strategis demi pertumbuhan ekonomi Badung.

Pemerintah Pusat dan Daerah terus bersinergi dan berupaya maksimal mengatasi virus covid-19 dengan berbagai langkah baik di sektor kesehatan maupun ekonomi dengan harapan kehidupan masyarakat bisa pulih kembali dan bangkit.

Pemulihan ekonomi menjadi prioritas pemerintah, oleh karenanya perlu bekerja sama dan bahu membahu dalam mengatasi ini agar bisa bangkit kembali. “Semoga melalui FGD ini dapat dipetik masukan- masukan dari narasumber untuk disampaikan kepada pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Badung,” tegasnya

BACA JUGA:  UNESCO Maosang Siki Bahasa Ical Nyabran Duang Wuku

Sementara Anggota Komite III Dapil Bali, AA Gde Agung menambahkan, agar Wakil Ketua mampu memperjuangkan terkait dana recovery yang digulirkan oleh Kemenparekraf agar segera dicairkan. Dan dalam pendataan tersebut agar selektif dan tepat sasaran.
“Utamakan masyarakat pedesaan seperti desa wisata maupun homestay,” harap mantan Bupati Badung dua periode ini.

Dalam FGD ini turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Kabupaten Badung, Sekdis Pariwisata Kabupaten Badung, Dinas Koperasi Kabupaten Badung Akademisi maupun mahasiswa dari berbagai Universitas di Bali. Zor