iklan warmadewa

Pelaku ‘Anjing’ Diseret dengan Sepeda Motor Diperiksa Polisi

IMG-20230519-WA0000

DENPASAR, diaribali.com – Peristiwa penyeretan anjing jenis Ras Pomeranian (POM) berwarna cokelat yang terjadi pada Jumat tanggal 12 Mei 2023 sekitar pukul 11.00 banyak mendapatkan respon dari masyarakat, khususnya para pecinta binatang.

Terduga pelaku seorang perempuan yang berinisial EL (44) asal Jakarta, dalam unggahan sebuah video di media sosial terlihat mengendarai sepeda motor dan menyeret anjing warna cokelat tersebut di Jalan Tukad Yeh Aya, Renon, sampai dengan Jalan Ciung Wanara, Renon (didepan sekolah Petra Berkat) Denpasar Selatan.

“Saat ini pelaku sedang dalam proses pemeriksaan di Unit reskrim Polsek Denpasar Selatan,” kata Kapolsek Denpasar Selatan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari, SE.,MH. Rabu (17/5/2023)

Ida Ayu Made Kalpika menjelaskan, peristiwa ini dilaporkan pada Sabtu, 13 Mei 2023 sekira pukul 17.00 wita, oleh Andi Sc Jovand Imanuel Calvary,S.Pd.,M.H., C.Md selaku Konsultan Hukum dari Yayasan Sintesia Animalia Indonesia.

“Pelaku tinggal di Tukad Unda, Panjer, Denpasar Selatan. Berdasarkan keterangan terduga pelaku bahwa saat kejadian, terduga pelaku hendak kepantai Sanur Bersama anjingnya dan berangkat dari rumah dengan posisi anjing diletakan di dashboard pijakan kaki sepeda motor matic dan ujung tali tersangka cantolkan pada distang sepeda motor bagian kiri,” jelas Kapolsek.

Namun diperjalanan anjing tersebut tiba-tiba ingin turun, namun pelaku sudah berusaha menaikan kembali dan saat tiba di Jalan Ciung Wanara, tiba-tiba anjing tersebut turun lagi, menurut pelaku ia ingin anjingnya berlari dan tidak malas, sehingga pelaku tetap menjalankan sepeda motor dengan kecepatan rendah dan anjing tersebut ikut lari mengejar dan karena lehernya terikat tali yang dikaitkan di stang sehingga terlihat anjing tersebut terseret.

BACA JUGA:  Cegah Kriminalitas, Pemkot Denpasar Ganti Lampu Penerangan Jalan dengan LED

Kemudian tepat di depan sekolah Petra Berkat, pelaku sempat ditegur oleh seseorang yang tidak dikenal dengan kata-kata “buk itu anjingnya, itu anjing sendiri atau anjing orang”, kemudian pelaku sempat menaikan anjing tersebut kesepeda motor.

Menurut pelaku pemilik anjing jenis POM tersebut adalah temannya berinisial Y yang saat ini sedang berada di luar Kota sedangkan pelaku hanya dititip dan dalam beberapa hari akan di ambil kembali oleh pemiliknya.

“Berdasarkan rekam medis dan pemeriksaan dari Klinik Hewan Anom pada 15 Mei 2023 telah dilakukan pemeriksaan terhadap seekor Anjing tersebut dan disimpulkan Diagnosa Vulnus abrasio atau luka yang mengenai lapisan kulit paling atas karena gesekan kulit dengan permukaan yang kasar dan hasil pemeriksaan lain Gangguan fungsi liver,” tambah AKP Ida Ayu Made Kalpika.

“Terduga dikenakan wajib lapor sampai proses persidangan berlangsung sedangkan anjing tersebut dalam pengawasan di Klinik Dokter Anom di Denpasar Selatan,”

Sedangkan pasal yang disangkakan terhadap perbuatan tersangka yaitu Pasal 302 Ayat (1) ke 1e KUHP, tentang tindak pidana barang siapa tiada dengan maksud yang patut atau dengan melewati batas yang diijinkan untuk mencapai maksud sebagai itu sengaja menyakiti atau membikin cacat binatang atau merusakkan kesehatan Binatang dengan ancaman pidana penjara selama 3 bulan. Zor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *