Pegawai dan Dosen Undiknas Divaksin

Foto bersama seusai melakukan vaksinasi Covid-19 di Hongkong Garden Restoran, Sabtu (15/5/2021)

DENPASAR-DiariBali

Sebanyak 150 orang dosen dan pegawai Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) mengikuti vaksinasi tahap pertama, bertempat di Hongkong Garden Restoran, Denpasar, Sabtu (15/5/2021).

Vaksinasi ini terselenggara berkat kerja sama Undiknas dengan perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Klub Bali Sehat dan Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara Provinsi Bali.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Undiknas Dr. AA Ayu Ngurah Sri Rahayu Gorda, SH., MM., MH., menjelaskan, vaksinasi massal pegawai dan dosen sebagai persiapan penyelenggaraan perkuliahan tatap muka di kampus yang dikenal dengan branding Undiknas University tersebut.

Apalagi, Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim telah mengizinkan digelarnya pembelajaran tatap muka di semua jenjang pendidikan, tentunya dengan protokol kesehatan ketat. Dan Undiknas sendiri, lanjut Gung Sri bakal menerapkan sistem kolaborasi dalam dan luar jaringan (daring dan luring).

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi bukan hal asing bagi Civitas Akademika Undiknas. Sebab, jauh sebelum pandemi Covid-19 melanda, perguruan tinggi swasta yang didirikan duo tokoh pendidikan Prof. IGN Gorda dan Nyoman Sambereg itu telah terbiasa menerapkan PJJ sebagai nilai plus di kampusnya.

“Dengan vaksinasi ini, orang tua mahasiswa kami tidak khawatir lagi karena semua dosen dan pegawai Undiknas sudah divaksin,” kata pemilik sapaan karib Gung Sri itu, sembari mengatakan vaksinasi juga akan menyasar mahasiswa Undiknas secara bertahap.

Ni Putu Yunita Anggreswari, S.Ikom.,M.Med.Kom., salah satu dosen Undiknas mengaku tidak khawatir dengan merebaknya isu di media sosial soal efek samping pascavaksinasi Astra Zaneca. Dosen muda yang akrab disapa Tata ini percaya sepenuhnya kepada pemerintah.

“Yang penting saat divaksin kondisi kita harus benar-benar fit. Saya yakin semua jenis vaksin telah melewati uji kelayakan. Tidak mungkin lah pemerintah mencelakai warganya,” kata Tata.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI) Bali Sudiarta Indra Jaya mengungkapkan pihaknya memiliki agenda besar dalam menyukseskan vaksinasi dengan menyasar 10.000 orang hingga 19 Mei 2021.

Masyarakat yang difasilitasi vaksin terdiri seluruh komponen, salah satunya para praktisi pendidikan. Alasannya, pendidikan adalah salah satu pondasi bangsa yang harus tetap berjalan di tengah situasi apapun. Sehingga guru, dosen dan para pegawainya menjadi prioritas setelah garda terdepan lain, seperti tenaga kesehatan dan petugas pelayan publik.

Selanjutnya, Sudiarta membuka peluang vaksinasi untuk mahasiswa Undiknas. “Kami akan terus bergerak di bidang soasial tanpa memandang suku, ras, golongan dan agama” pungkasnya. bq