Pasokan Energi Aman, Pertamina Tutup Satgas Natal dan Tahun Baru 2025/2026

IMG-20260121-WA0118
Satgas Penyaluran BBM.

Denpasar, diaribali.com– PT Pertamina Patra Niaga resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pada 11 Januari 2026. Penutupan Satgas dilakukan setelah perusahaan memastikan pasokan energi selama periode libur Natal dan Tahun Baru berjalan aman dan lancar, baik pada arus pergi maupun arus balik.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan distribusi energi selama masa Satgas. Ia menyebutkan, khusus di wilayah Bali, konsumsi LPG tercatat mengalami kenaikan sebesar 3,2 persen dibandingkan kondisi normal.
Sementara itu, konsumsi BBM jenis gasoline serta avtur selama periode Nataru relatif stabil dan tidak jauh berbeda dari rata-rata harian normal. Adapun konsumsi gasoil justru mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, hingga rekan-rekan media. Apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh selama masa Satgas, serta keluarga mereka yang turut memberikan dukungan,” ujar Yudha dalam keterangan resmi, Selasa (21/1/2026).
Satgas Nataru 2025/2026 digelar lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sejak 13 November 2025. Satgas ini bertugas memastikan distribusi energi tetap terjaga di seluruh wilayah kerja Pertamina, termasuk Bali, yang menjadi salah satu daerah dengan tingkat mobilitas tinggi selama libur akhir tahun.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa ketersediaan stok BBM, LPG, dan avtur selama masa Satgas berada dalam kondisi aman. Ketahanan stok tercatat berkisar antara 8 hingga 15 hari, bergantung pada jenis produk dan wilayah distribusi.
Untuk mendukung kelancaran distribusi di Bali, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan dua terminal BBM (Fuel Terminal dan Integrated Terminal), 212 SPBU, tiga SPBUN, 147 agen LPG, serta satu Aviation Fuel Terminal. Seluruh infrastruktur tersebut dipantau melalui sistem monitoring yang beroperasi 24 jam.
Selain menjaga pasokan energi, Pertamina juga menyediakan layanan tambahan bagi masyarakat dan pemudik melalui kehadiran Serambi MyPertamina. Bali menjadi satu dari dua wilayah terpilih di Regional Jatimbalinus yang menghadirkan fasilitas tersebut, berlokasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, lengkap dengan layanan porter gratis.
Menurut Ahad, hasil evaluasi Satgas Nataru 2025/2026 akan menjadi dasarpenyempurnaan strategi distribusi energi ke depan.

“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan potensi lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya. (Art)