Menaklukkan Tanjakan, Menyapa Keindahan: Pengalaman Pertama Silvi di Lomba Lari Trail Pantai Pandawa

9e0e378d-4756-40a5-a950-482d79701233
Peserta Zinc Trail Run 2025 berselfi setelah Mampu melewati Garis Finish.

Badung,diaribali.com
Bagi Silvi Lolan, 42, ajang lari kali ini terasa berbeda. Biasanya ia hanya mengikuti lomba on-road, di jalanan kota yang datar dan terukur. Namun hari ini, perempuan asal Jambi itu menantang dirinya dengan sesuatu yang baru: berlari di lintasan trail yang menanjak, berpasir, dan membelah tebing di kawasan Pantai Pandawa, Bali.

Silvi ikut di kategori 14 kilometer, salah satu rute favorit peserta karena menawarkan kombinasi jalur pantai, bukit, dan tanjakan ekstrem.

Antusiasmenya sudah terasa jauh sebelum garis start dibuka. Empat bulan sebelum lomba, ia telah membeli tiket, memastikan diri tak akan melewatkan pengalaman langka ini.

“View-nya mantap, indah sekali. Saya datang sendiri sejak dua hari lalu,” tutur Silvi sambil tersenyum, memandangi birunya laut di kejauhan.

Ia datang tanpa komunitas, tanpa teman seperjalanan—hanya berbekal tekad untuk menikmati panorama dan tantangan yang ditawarkan lintasan Pandawa.

Dengan tema “Dare You to Be More”, ajang lari trail ini bukan sekadar perlombaan adu cepat. Lebih dari itu, ia menjadi perayaan semangat, keberanian, dan gaya hidup aktif yang berpadu dengan keindahan alam Pulau Dewata.

Di tengah udara laut yang lembap dan rute berbatu yang menuntut ketahanan, setiap langkah peserta seperti menjadi simbol kecil dari keberanian menembus batas diri.

Silvia  mengaku pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. “Capek, tapi puas sekali,” ujarnya. “Setiap tanjakan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa,” imbuhnya sambil membersihkan keringat di wajahnya.

Menjelang garis finis, langit mendung mulai menurunkan gerimis halus yang membasahi pasir dan bebatuan di sepanjang tebing. Namun bukannya surut, semangat para pelari justru kian menyala.

Di bawah rinai hujan, mereka terus menapaki tanjakan curam Pantai Pandawa—menaklukkan rute yang licin sekaligus membuktikan bahwa semangat juang tak mudah padam, bahkan oleh cuaca sekalipun.

Dari tebing hingga garis finis, kisah Silvi menggambarkan esensi sejati dari lari trail: bukan sekadar tentang kecepatan, tetapi tentang perjalanan, ketekunan, dan keberanian untuk mencoba hal baru. (Art)