Koster Sambut 100 Beasiswa Hungaria, Bali Jajaki “Sister Province”

IMG-20251201-WA0055
Wayan Koster (kiri) dan Márta Mátrai (kanan).

Denpasar,diaribali.com
Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan delegasi Majelis Nasional Hungaria di Jayasabha, Denpasar, Minggu (30/11), yang membawa tawaran strategis bagi masa depan pendidikan dan kerja sama internasional Bali. Dalam pertemuan itu, Hungaria secara resmi menawarkan 100 beasiswa penuh setiap tahun bagi putra-putri Bali.

Delegasi dipimpin Wakil Ketua Pertama Majelis Nasional Hungaria, Márta Mátrai, bersama Dr. István Hiller, Beatrix Kese, perwakilan Kedutaan Besar Hungaria di Jakarta, serta Konsul Kehormatan Hungaria di Bali, Agung Rai Suryawijaya.

Hungaria menyatakan siap membuka akses pendidikan bagi pelajar Bali pada tiga bidang prioritas: agrikultur dan peternakan, kesehatan dan profesi medis, serta teknologi dan inovasi. Dua dossier resmi berisi profil universitas terkemuka Hungaria turut diserahkan untuk memulai penjajakan kerja sama akademik dengan institusi pendidikan di Bali.

Koster menyambut antusias tawaran tersebut. “Ini peluang besar yang akan memperkaya kapasitas generasi muda Bali,” ujarnya.

Selain pendidikan, Hungaria juga membuka peluang tenaga kerja Indonesia, khususnya sektor hospitality yang kini kekurangan SDM. Delegasi memberi apresiasi pada reputasi pekerja migran Bali yang dinilai disiplin dan adaptif. Mereka juga menilai hubungan masyarakat Hungaria–Bali terjalin baik, tercermin dari minimnya kasus hukum warga Hungaria di Bali.

Menindaklanjuti peluang tersebut, Koster mengusulkan pembentukan forum khusus untuk merancang kolaborasi yang lebih terstruktur, termasuk penjajakan kerja sama sister province antara Bali dan salah satu provinsi di Hungaria. Skema ini dipandang dapat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi, hingga pertanian.

Delegasi mencatat tren kunjungan wisatawan Hungaria ke Bali terus positif: 17.000 wisatawan pada 2024 dan 16.500 wisatawan hingga Oktober 2025. Angka ini dinilai sebagai indikator kuat tumbuhnya hubungan antarmasyarakat kedua wilayah.

Mátrai menegaskan, kunjungan ini sekaligus memperingati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Hungaria. Ia berharap momentum tersebut memperkuat kerja sama multisektoral yang sebelumnya telah dibangun lewat Economic Focus Forum, termasuk di bidang energi, agrikultur, budaya, dan teknologi.

Pertemuan ditutup dengan pertukaran pandangan politik dan tata kelola pemerintahan, mempererat komunikasi antara kedua belah pihak. Dengan tawaran 100 beasiswa per tahun dan wacana sister province, kunjungan ini dipandang sebagai babak baru hubungan Bali–Hungaria—lebih konkret, lebih dalam, dan berpotensi memberi manfaat langsung bagi masyarakat Bali. (Art)