Gedung Baru, Undiknas Gelar Upacara Melaspas

Upacara melaspas gedung baru Undiknas, Senin (27/11/2023)
Bagikan

DENPASAR, diaribali.com – Bertepatan dengan Purnama Kenam, Senin (27/11/2023), Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Perdiknas melaksanakan upacara “pamlaspas” Gedung C Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), dilanjutkan dengan serah terima bangunan Gedung C blok 2, blok 3, dan basment.

Rektor Undiknas Prof. Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa ST., Sos., MM., IPU. Asean. Eng, menyambut baik rampungnya fasilitas baru tersebut guna mendukung sarana seiring meningkatnya jumlah mahasiswa, rencana penambahan program studi (prodi) serta pengembangan bidang lainnya.

“Gedung unit C ini akan digunakan sebagai fasilitas belajar dan juga sebagai laboratorium
persiapan untuk usulan prodi kedokteran dan bidang ilmu eksakta lainnya, seperti keperawatan, bidang ilmu yang mensuport program studi kedokteran,” jelas Rektor Sri Subawa.

Bahkan rencananya, gedung itu bakal dlengkapi klinik sebagai penunjang proses pembelajaran jika prodi kedokteran sudah berjalan. Dengan harapan Undiknas menumbuhkan akademik atmosfer, pencapaian prestasi ditingkat nasional maupun internasional.

Sri Subawa berpendapat, salah satu indikator perguruan tinggi dikatakan bagus jika prodinya banyak. Sehingga di era kepemimpinannya, ia getol menambah prodi-prodi yang relevan dengan kebutuhan pasar. “Sementara baru ada 18 prodi. Kami genjot menjadi 24 prodi,” katanya, sembari berterima kasih kepada Perdiknas atas segala dukungan yang diberikan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perdiknas Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda, berujar, semua membutuhkan perencanan dan proses. Salah satu buktinya, dengan selesainya gedung tersebut. “Setelah ‘mlaspas’ Blok B, langsung tandatangan Surat Perintah Kerja Blok C, karena kita berproses,” jelas pemilik sapaan Gung Eddy.

Menurutnya, semua sudah diatur dengan menggunakan skala prioritas, karena Perdiknas sebagai badan hukum penyelenggara pendidikan (yayasan) memiliki tiga unit yang harus dikembangkan, yakni Undiknas, SMP Nasional, dan SMK Teknologi Nasional.

Tanpa perencanaan yang baik, menurut Gung Eddy, berpotensi menimbulkan risiko keuangan dan investasi pada unit-unit yang ada di Perdiknas. Tak kalah penting, selain membangun infrastruktur, kesejahteraan dosen, karyawan, dan guru harus dipenuhi.

“Pengembangan diri karyawan, guru dan dosen juag secara bersamaan diperlukan sebagai aset lembaga,” ujarnya. Soal pembangunan gedung, ia pun menilai bukan sesuatu yang luar biasa.

“Justru Undiknas yang hebat karena mahasiswanya banyak. Yang penting pertahun rata-rata mahasiswa baru 1.800 orang. Semua bisa jalan. Tinggal membagi saja. Matematika saya bagus. Pembagian, bukan pengurangan,” ucapnya setengah bercanda tapi serius.rl