Galungan–Kuningan Angkat Penjualan Ritel Bali, IPR November Tumbuh

Denpasar,diaribali.com —
Momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan mendorong kinerja penjualan ritel di Provinsi Bali. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali pada November 2025 mencapai 121,7, tumbuh 3,8 % secara tahunan (year-on-year/yoy) dan tetap berada di zona optimistis (>100).
Setelah dirilis BI Bali pada Kamis (18/12), secara bulanan IPR Bali naik 1,1% (month-to-month/mtm). Kenaikan ini terutama ditopang oleh kategori Barang Budaya dan Rekreasi yang meningkat paling tinggi, yakni 2,9% (mtm). Lonjakan tersebut dipicu meningkatnya penjualan mainan anak seiring maraknya pedagang eceran yang memanfaatkan momentum perayaan Galungan dan Kuningan di sekitar pura, sehingga permintaan di tingkat grosir turut menguat.
Optimisme penjualan ritel sejalan dengan inflasi tahunan Bali yang terjaga pada level 2,51% (yoy), masih dalam rentang sasaran inflasi 2025 sebesar 2,5±1%. Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat relatif terpelihara.
Selain Barang Budaya dan Rekreasi, peningkatan penjualan pada November 2025 juga terjadi di sejumlah subsektor pembentuk IPR lainnya, antara lain Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tumbuh 2,6% (mtm), Makanan, Minuman, dan Tembakau 2,3% (mtm), Sandang 1,0% (mtm), Barang Lainnya—meliputi farmasi, kosmetik, elpiji rumah tangga, dan bahan kimia rumah tangga—0,6% (mtm), serta Peralatan Informasi dan Komunikasi 0,4% (mtm). Kinerja tersebut menegaskan konsumsi masyarakat Bali masih berada dalam tren positif.
Ke depan, prospek penjualan ritel Bali diperkirakan tetap tumbuh. Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) menunjukkan tren meningkat, mencerminkan optimisme pelaku usaha dalam jangka pendek hingga menengah. IEP Januari 2026 tercatat 190 dan April 2026 sebesar 186, keduanya berada di zona optimistis (IEP >100).
Di tengah dinamika ekonomi global, BI menahan suku bunga pada November 2025 untuk menjaga pergerakan ekonomi domestik. Sementara itu, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali aktif menggelar operasi pasar murah pada momentum Galungan–Kuningan serta menjelang libur Natal dan akhir tahun 2025 guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan strategis.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menegaskan, sinergi BI dan TPID di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, dan memastikan perekonomian Bali tumbuh berkelanjutan. (Art)